Jumat, 26 September 2008
Semua manusia pasti punya harapan.Seorang anak punya harapan untuk menjadi anak yang soleh/solehah bagi orang tuanya.Seorang pelajar punya harapan untuk bisa mendapatkan nilai bagus di ujian.Seorang bayi pun punya harapan untuk diberi kasih sayang oleh orang tuanya.Kita memang dianugrahi karunia untuk bisa memiliki harapan.
Dengan memiliki harapan itu, kita berusaha untuk merangkai benang merah kehidupan agar apa yang kita harapkan dapat tercapai.Seabrek rencana lengkap dengan target-targetnya sudah disiapkan sematang mungkin.Kita pun berjuang mati-matian, mengerahkan waktu dan tenaga hanya agar harapan itu bisa diwujudkan. Pada akhirnya, hidup kita pun akan memiliki arah dan akan menjadi lebih berarti.
Namun, kawan... Pernahkah kalian merasa gelisah ketika terbayang bahwa harapan itu tidak tercapai meski sudah mengerahkan usaha maksimal???
Contoh yang bagus adalah apa yang baru saja saya alami.Tiga hari yang lalu, saya menjalani ujian sarjana.Tidak diragukan lagi, pasti semua orang akan beranggapan bahwa ini adalah momen penting bagi siapa pun yang mengalaminya.Saya sudah mengerahkan effort yang tidak sedikit dan tidak mudah untuk mempersiapkan ujian itu.
Tapi apa yang terjadi, Kawan...Setelah ujian itu dimulai, saya merasa bahwa semua yang saya persiapkan dengan bersusah payah tidak ada gunanya.Apa yang keluar di soal ujian sama sekali berbeda dengan apa yang saya pelajari selama persiapan.Setelah ujian selesai, saya merasa sia-sia...
Saat itu saya mengalami kegelisahan yang luar biasa. Terbayang apa yang sudah saya kerjakan selama ujian. Banyak sekali pertanyaan yang tidak terjawab dengan baik.Terbayang apa yang sudah saya kerjakan selama persiapan. Seperti sia-sia saja tidak tidur beberapa malam.Terbayang apa yang terjadi kalau saya tidak lulus...dan saya tidak mungkin lulus kalau membayangkan hasil ujiannya.Semua bayangan itu membuat pikiranku kacau dan hati semakin gelisah.
Kemudian, saya berjalan ke masjid untuk dengan maksud untuk shalat ashar dan mengadukan semua yang saya alami seharian itu kepada Allah.Setelah shalat, saya benar-benar merenungi kejadian di hari itu.Sungguh...Allah Maha Pemurah...Di dalam hati, aku berkata..."Udah...ikhlaskan saja yang sudah terjadi...sekarang kamu udah gak bisa berbuat apa-apa lagi..."
Dan seketika itu pula, kegelisahan dalam hati berkurang..."Ikhlaskan saja...jangan diingat-ingat yang udah lewat...keputusan apa pun yang Allah tentukan pasti itu yang terbaik untukmu..."Kegelisahan pun semakin menghilang setiap menyebutkan kata "IKHLAS"...
Namun, apakah harapan itu sudah hilang...???Ternyata belum...saya masih tetap berharap dapat lulus pada ujian ini.Walaupun kecil kemungkinannya, harapan itu tetap saya pelihara di dalam hati..."Jangan pernah berputus asa dengan Rahmat Allah...!!!" Ini yang ada dalam benak saya waktu itu.Sekecil apapun harapan, tetap harus dipelihara.
Dengan harapan itu, muncul motivasi untuk melakukan usaha terakhir, yaitu "BERDOA"...Usaha yang bisa dilakukan waktu itu hanya berdoa di waktu yang tersisa.Berdoa memohon diberikan keikhlasan, kebaikan, dan kekuatan untuk menerima setiap keputusan."Hanya Allah-lah tempat bergantung semua harapan"Dan pada akhirnya, ternyata saya dinyatakan lulus.
Ingat, Kawan...Jangan pernah menghilangkan harapan dalam hatimu...sekecil apa pun itu, peliharalah...Kemudian lanjutkan dengan usaha untuk mewujudkannya...dan sertai dengan keihklasan agar hati kita selalu diberi ketenangan oleh Allah SWT...Terbukti, disaat kita memiliki harapan, kemudian berusaha maksimal, dan ikhlas dengan semua jerih payah yang sudah dilakukan...Insya Allah...Allah pasti akan mewujudkan harapan kita.
Kita ini makhluk yang sangat lemah, Kawan...Hanya kepada Allah SWT saja lah kita bergantung...
Minggu, 02 November 2008
Minggu, 15 Juni 2008
I'm Baaack...I'm Baaack...Ooohh, My Baaack !!!
I'm baaaaack...!!!
Huaaahhh...
Akhirya, seminar Tugas Akhir telah kulalui...
Legaaaaa.....
serasa hidup menjadi ringan seperti kapas...halah berlebihan...
cuma, gara2 udah selesai TA...mulai kambuh deh penyakit malesnya, hehehe...
Yap...tidak terasa empat tahun sudah masa kuliahku terlewati...
Sekarang aku sudah dipeghujung masa menjadi mahasiswa...
Apa yang sudah aku dapatkan???
Buanyaaaaakkkk banget...
Tujuan hidup...
Kemampuan komunikasi dan bersosialisasi...
dan tentu saja SAHABAT...!!! -The Greatest thing I ever had-
Di masa kuliah juga aku banyak belajar untuk dapat mengendalikan emosi...
memantapkan tujuan hidup...
Menyeimbangkan antara dunia dan akhirat...-masih dalam proses =D-
Bung, mbak!!!...Dunia itu hanya singgahan sesaat...
Ambil secukupnya, untuk bekal perjalanan berikutnya...
Berikan sisanya untuk orang lain yang membutuhkan bekal melanjutkan perjalanannya...
Jangan biarkan anak keturunanmu terlena dengan kenikmatan yang sesaat itu...
-Sederhana, Bersahaja dan Bahagia-
Huaaahhh...
Akhirya, seminar Tugas Akhir telah kulalui...
Legaaaaa.....
serasa hidup menjadi ringan seperti kapas...halah berlebihan...
cuma, gara2 udah selesai TA...mulai kambuh deh penyakit malesnya, hehehe...
Yap...tidak terasa empat tahun sudah masa kuliahku terlewati...
Sekarang aku sudah dipeghujung masa menjadi mahasiswa...
Apa yang sudah aku dapatkan???
Buanyaaaaakkkk banget...
Tujuan hidup...
Kemampuan komunikasi dan bersosialisasi...
dan tentu saja SAHABAT...!!! -The Greatest thing I ever had-
Di masa kuliah juga aku banyak belajar untuk dapat mengendalikan emosi...
memantapkan tujuan hidup...
Menyeimbangkan antara dunia dan akhirat...-masih dalam proses =D-
Bung, mbak!!!...Dunia itu hanya singgahan sesaat...
Ambil secukupnya, untuk bekal perjalanan berikutnya...
Berikan sisanya untuk orang lain yang membutuhkan bekal melanjutkan perjalanannya...
Jangan biarkan anak keturunanmu terlena dengan kenikmatan yang sesaat itu...
-Sederhana, Bersahaja dan Bahagia-
Jumat, 23 Mei 2008
Kenapa Harga Minyak Naek Indonesia Kok Repot???

Jumat, 23 Mei 2008
Hhheeeuuuhhh... Indonesia nih, bener2 nggemesin.
Gara-gara harga minyak mentah dunia naek, Indonesia kalang kabut.
BBM naek lah, trus ongkos transportasi naek juga...abis tu akibatnya harga2 bahan pokok naek lah...
Akhirnya mahasiswa2 dan rakyat Indonesia pada demo lah...ujung2nya rusuh deh... =(
Permasalahan ini memang kompleks...
So, perlu dilihat dari berbagai sudut pandang.
Pertanyaan pertama, kenapa harga minyak mentah naik kok Indonesia yang repot???
Bukannya dari SD juga sering dikasih tau kalo Indonesia itu negara yang kaya minyak bumi...
Saya pikir publik perlu tahu akan hal ini, sehingga mereka bisa mengambil langkah solutif sendiri...
Daripada hanya sekedar mengeluhkan keadaan dan mencari kambing item.
Perlu edukasi publik untuk memperjelas masalah yang menyangkut kepentingan bangsa.
Jadi, minyak mentah Indonesia ini banyak dieksplorasi sama perusahaan asing, yang hasi eksplorasinya langsung dikirm ke negaranya masing2...
Indonesia dapet apa???
Cuma bagi hasil aja antara pemerintah sama perusahaan asing itu.
Jadi, kebahagiaan akibat booming harga minyak yang dirasain negara2 Timur Tengah gak dirasain tuh sama Indonesia...malah sebaliknya.
Indonesia menjadi kalang kabut begitu harga minyak dunia naik,,,karena saat ini Indonesia mengimpor minyak mentah sekitar 4 ratus ribu barrel per hari.
Lumayan nih duit yang mesti dikeluarin. Dengan begitu, biaya operasi pengolahan minyak mentah jadi bensin dkk. melonjak.
Semuanya pasti tau kan, yang ngolah minyak mentah di Indonesia itu adalah PT. Pertamina (persero) yang merupakan perusahaan BUMN.
Yang pasti belum semuanya tau, bahwa semua ongkos operasi Pertamina itu ditanggung pemerintah.
Oleh sebab itu, pemerintah harus menanggung beban kenaikan ongkos produksi minyak mentah menjadi bensin dkk.
Kalo pake logika dagang, ongkos produksi naek pasti harga dagangannya dinaekin juga kan...
Nah...apesnya pemerintah Indonesia, harga produk minyaknya susah untuk dinaekin.
Kenapa??? Karena, kebanyakan penduduk Indonesia adalah warga mengeah ke bawah. Penduduk kalangan ini punya daya beli yang sangat-sangat terbatas. Oleh karena itu, sejak dahulu kala, pemerintah ngasih subsidi ke mereka supaya tetep bisa menikmati Bahan Bakar Minyak (BBM) dan bahan pokok lainnya dengan harga yang terjangkau oleh mereka.
Nah...akhirnya pemerintah Indonesia kepentok sama kondisi yang dibuatnya dulu.
Maksud pemberian subsidi ini baik sebenernya, cuma karena kelamaan...lama2 bangsa Indonesia jadi bangsa yang konsumtif, dan tidak tahan dengan perubahan keadaan.
Makanya, pemerintah sekarang ribet...
Naekin BBM...pasti ribut...
Tapi mau apa lagi...
Kalo gak dinaekin...Anggaran Belanja Negara bakal kesita semua ke subsidi BBM. Makin negatif aja anggarannya.
Udah mah banyak disedot sama koruptor...
Ini saya memandang dari sudut pandang pemerintah yang terjepit harus menaikkan harga BBM.
Sebenernya, salah pemerintah sendiri sih...
Kemungkinan besar, waktu ngambil kebijakan tentang sektor migas, si Pengambil Kebijakannya itu orang yang gak ngerti tentang bidang ini.
Atau, orang yang ngambil kebijakan ini adalah orang yang pengen kaya sendiri pake cara cepet...
Ahhh...gak tau lah...mana yang bener...
Yang jelas...Saudara2 sebangsa dan setanah air...
Jangan pernah menyerah dengan keadaan.
Jadilah lebih kreatif untuk mengalahkan kesulitan yang kita alami saat ini.
Mari Bangun Indonesia Menjadi Lebih Baik.
Demi Anak Cucu Kita.
Hhheeeuuuhhh... Indonesia nih, bener2 nggemesin.
Gara-gara harga minyak mentah dunia naek, Indonesia kalang kabut.
BBM naek lah, trus ongkos transportasi naek juga...abis tu akibatnya harga2 bahan pokok naek lah...
Akhirnya mahasiswa2 dan rakyat Indonesia pada demo lah...ujung2nya rusuh deh... =(
Permasalahan ini memang kompleks...
So, perlu dilihat dari berbagai sudut pandang.
Pertanyaan pertama, kenapa harga minyak mentah naik kok Indonesia yang repot???
Bukannya dari SD juga sering dikasih tau kalo Indonesia itu negara yang kaya minyak bumi...
Saya pikir publik perlu tahu akan hal ini, sehingga mereka bisa mengambil langkah solutif sendiri...
Daripada hanya sekedar mengeluhkan keadaan dan mencari kambing item.
Perlu edukasi publik untuk memperjelas masalah yang menyangkut kepentingan bangsa.
Jadi, minyak mentah Indonesia ini banyak dieksplorasi sama perusahaan asing, yang hasi eksplorasinya langsung dikirm ke negaranya masing2...
Indonesia dapet apa???
Cuma bagi hasil aja antara pemerintah sama perusahaan asing itu.
Jadi, kebahagiaan akibat booming harga minyak yang dirasain negara2 Timur Tengah gak dirasain tuh sama Indonesia...malah sebaliknya.
Indonesia menjadi kalang kabut begitu harga minyak dunia naik,,,karena saat ini Indonesia mengimpor minyak mentah sekitar 4 ratus ribu barrel per hari.
Lumayan nih duit yang mesti dikeluarin. Dengan begitu, biaya operasi pengolahan minyak mentah jadi bensin dkk. melonjak.
Semuanya pasti tau kan, yang ngolah minyak mentah di Indonesia itu adalah PT. Pertamina (persero) yang merupakan perusahaan BUMN.
Yang pasti belum semuanya tau, bahwa semua ongkos operasi Pertamina itu ditanggung pemerintah.
Oleh sebab itu, pemerintah harus menanggung beban kenaikan ongkos produksi minyak mentah menjadi bensin dkk.
Kalo pake logika dagang, ongkos produksi naek pasti harga dagangannya dinaekin juga kan...
Nah...apesnya pemerintah Indonesia, harga produk minyaknya susah untuk dinaekin.
Kenapa??? Karena, kebanyakan penduduk Indonesia adalah warga mengeah ke bawah. Penduduk kalangan ini punya daya beli yang sangat-sangat terbatas. Oleh karena itu, sejak dahulu kala, pemerintah ngasih subsidi ke mereka supaya tetep bisa menikmati Bahan Bakar Minyak (BBM) dan bahan pokok lainnya dengan harga yang terjangkau oleh mereka.
Nah...akhirnya pemerintah Indonesia kepentok sama kondisi yang dibuatnya dulu.
Maksud pemberian subsidi ini baik sebenernya, cuma karena kelamaan...lama2 bangsa Indonesia jadi bangsa yang konsumtif, dan tidak tahan dengan perubahan keadaan.
Makanya, pemerintah sekarang ribet...
Naekin BBM...pasti ribut...
Tapi mau apa lagi...
Kalo gak dinaekin...Anggaran Belanja Negara bakal kesita semua ke subsidi BBM. Makin negatif aja anggarannya.
Udah mah banyak disedot sama koruptor...
Ini saya memandang dari sudut pandang pemerintah yang terjepit harus menaikkan harga BBM.
Sebenernya, salah pemerintah sendiri sih...
Kemungkinan besar, waktu ngambil kebijakan tentang sektor migas, si Pengambil Kebijakannya itu orang yang gak ngerti tentang bidang ini.
Atau, orang yang ngambil kebijakan ini adalah orang yang pengen kaya sendiri pake cara cepet...
Ahhh...gak tau lah...mana yang bener...
Yang jelas...Saudara2 sebangsa dan setanah air...
Jangan pernah menyerah dengan keadaan.
Jadilah lebih kreatif untuk mengalahkan kesulitan yang kita alami saat ini.
Mari Bangun Indonesia Menjadi Lebih Baik.
Demi Anak Cucu Kita.
Senin, 19 Mei 2008
AKU TAHU LAGI KELEMAHANKU...!!!
Subhanallah...
Aku diberikan dosen pembimbing yang sama2 hebatnya. Kedua-duanya bisa dan mau memberi tahu apa kekuranganku. Yang pertama dosen pembimbing penelitian...yang kedua dosen pembimbing tugas Pra-Rancang Pabrik.
Beliau bilang begini, "Saya sering sekali menerima keluhan dari alumni2 tentang lulusan ITB sekarang. Katanya, kalo untuk masalah itung2an, anak ITB gak diragukan lagi...tapi, untuk masalah2 yang sifatnya pengetahuan umum, nol banget. Makanya pas seleksi kerja, kalo cuma tes tulis aja pasti lulus, tapi pas di tes wawancara pada rontok semua....Kelemahan kalian tuh itu, gak bisa kurang memerhatikan lingkungan luar dan kurang kritis."
Ya...aku akui. Aku agak lemah di situ. Tapi, tidak ada kata terlambat untuk belajar.
Aku adalah orang yang selalu senang belajar.
Terutama belajar tentang kehidupan.
Dari siapapun...walopun yang mengajariku adalah anak kecil pengamen di Simpang Dago.
Yup, mulai detik ini, aku akan belajar untuk menjadi kritis terhadap permasalahan2 di sekitar.
Intinya bukan supaya gampang diterima kerja,
tapi justru untuk memberikan solusi terhadap permasalahan itu.
Yuk...Para calon pemimpin!
Biasakan bertanya "Ada Apa Sebenarnya Dibalik Semua Ini?" =)
Aku diberikan dosen pembimbing yang sama2 hebatnya. Kedua-duanya bisa dan mau memberi tahu apa kekuranganku. Yang pertama dosen pembimbing penelitian...yang kedua dosen pembimbing tugas Pra-Rancang Pabrik.
Beliau bilang begini, "Saya sering sekali menerima keluhan dari alumni2 tentang lulusan ITB sekarang. Katanya, kalo untuk masalah itung2an, anak ITB gak diragukan lagi...tapi, untuk masalah2 yang sifatnya pengetahuan umum, nol banget. Makanya pas seleksi kerja, kalo cuma tes tulis aja pasti lulus, tapi pas di tes wawancara pada rontok semua....Kelemahan kalian tuh itu, gak bisa kurang memerhatikan lingkungan luar dan kurang kritis."
Ya...aku akui. Aku agak lemah di situ. Tapi, tidak ada kata terlambat untuk belajar.
Aku adalah orang yang selalu senang belajar.
Terutama belajar tentang kehidupan.
Dari siapapun...walopun yang mengajariku adalah anak kecil pengamen di Simpang Dago.
Yup, mulai detik ini, aku akan belajar untuk menjadi kritis terhadap permasalahan2 di sekitar.
Intinya bukan supaya gampang diterima kerja,
tapi justru untuk memberikan solusi terhadap permasalahan itu.
Yuk...Para calon pemimpin!
Biasakan bertanya "Ada Apa Sebenarnya Dibalik Semua Ini?" =)
Jumat, 16 Mei 2008
Bayangan Daftar Passing Grade PTN 2007
Assalmualaikum...
Buat temen2 yang membutuhkan daftar passing grade, buat perkiraan pemilihan jurusan, saya tampilin sebagian yang saya tau. Semoga bermanfaat. =)
ITB:
Semoga Allah memberikan petunjuk saat kita memilih sesuatu untuk hidup kita !!!
Buat temen2 yang membutuhkan daftar passing grade, buat perkiraan pemilihan jurusan, saya tampilin sebagian yang saya tau. Semoga bermanfaat. =)
ITB:
- Teknik Kimia : 52.85
- STEI : 51.67
- Teknik Industri : 50.96
- Sekolah Farmasi : 47.98
- Teknik Mesin : 45.45
- Arsitektur : 44.48
- FTTM : 43.58
- FTSL : 43.54
- Penerbangan : 40.74
- Teknik Fisika : 39.78
- Teknik Material : 38.86
- Planologi : 37.35
- Manajemen : 48.58
- Hukum : 48.16
- Akuntansi : 47.10
- Ekonomi Pembangunan : 46.70
Semoga Allah memberikan petunjuk saat kita memilih sesuatu untuk hidup kita !!!
Senin, 12 Mei 2008
I HAVE CHANGED...!!!! Do Everything With Passion...

Senin, 12 Mei 2008
Seminggu belakangan ini, suasana hatiku selalu mendung.
Gak tau...rasanya aku ini orang tersetress sedunia.
Aku pikir karena pekerjaanku yang banyak...
Seleksi etos-lah...pembinaan etos 2007-lah...Tugas Rancang Pabrik yang udah deket ke deadline-lah...ato Penelitian-ku yang agak terbengkalai...
Smuanya menggelayuti pikiranku...
Bikin gatiku selalu berdebar-debar...kurang konsentrasi...dan selalu bertanya, "Ada apa sih sama diriku???"
Benarkah semuanya karena beban pekerjaanku yang begitu banyak???
Ternyata jawabnnya tidak...Tidak sama sekali!!!
Bukan karena pekerjaan yang bikin hidupku serasa berat belakangan ini.
Mau tau apa???
Sore harinya, aku bertemu dengan orang yang sebenarnya paling tidak ingin aku temui.
Dia adalah dosen pembimbing penelitianku.
Inginnya aku menghindar saja, karena selama ini penelitianku agak terbengkalai.
Tapi, aku gak bisa lari terus-terusan.
Masalah harus dihadapi.
I'm a Man!!!
Aku siap menerima apa pun konsekuensinya.
Setelah bertemu dengan Beliau, aku merasa bersyukur sekali. Aku diingatkan akan kelemahanku sebagai seorang manusia.
Beliau bilang begini, "Kamu itu Gak Punya MOTIVASI Kerja!!! Gak ada dorongan untuk menghasilkan yang terbaik!!!".
Perkataanya itu membuatku tertohok. Aku merasa selama ini, tugas2 yang aku terima aku kerjakan sebaik2nya. Aku kira, aku sudah cukup berusaha...ternyata belum. Usahaku belum maksimal, sehingga ada orang yang bilang kalo aku ini gak serius dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Aku akui, memang begitulah aku. Banyak sekali waktuku yang belum aku manfaatkan secara maksimal.
But, NOW, I've CHANGED!!!
Aku mengerti, dan aku telah berubah.
Kata2 Beliau akan selalu terpatri di hatiku, sampai kapan pun.
Sampai aku menerima sebuah pekerjaan besar untuk kepentingan orang banyak.
AKU AKAN MELAKUKAN SEMUA PEKERJAANKU DENGAN "PASSION"...
Keinginan untuk menghasilkan yang terbaik dengan usaha yang terbaik!!!
Setelah mengetahui ini, semua beban yang ada di pikiranku hilang.
Ternyata, yang membuatku selam ini begitu merasa depresi adalah tidak adanya motivasi dalam setiap yang aku kerjakan.
Aku bersyukur mengetahui ini...
Seminggu belakangan ini, suasana hatiku selalu mendung.
Gak tau...rasanya aku ini orang tersetress sedunia.
Aku pikir karena pekerjaanku yang banyak...
Seleksi etos-lah...pembinaan etos 2007-lah...Tugas Rancang Pabrik yang udah deket ke deadline-lah...ato Penelitian-ku yang agak terbengkalai...
Smuanya menggelayuti pikiranku...
Bikin gatiku selalu berdebar-debar...kurang konsentrasi...dan selalu bertanya, "Ada apa sih sama diriku???"
Benarkah semuanya karena beban pekerjaanku yang begitu banyak???
Ternyata jawabnnya tidak...Tidak sama sekali!!!
Bukan karena pekerjaan yang bikin hidupku serasa berat belakangan ini.
Mau tau apa???
Sore harinya, aku bertemu dengan orang yang sebenarnya paling tidak ingin aku temui.
Dia adalah dosen pembimbing penelitianku.
Inginnya aku menghindar saja, karena selama ini penelitianku agak terbengkalai.
Tapi, aku gak bisa lari terus-terusan.
Masalah harus dihadapi.
I'm a Man!!!
Aku siap menerima apa pun konsekuensinya.
Setelah bertemu dengan Beliau, aku merasa bersyukur sekali. Aku diingatkan akan kelemahanku sebagai seorang manusia.
Beliau bilang begini, "Kamu itu Gak Punya MOTIVASI Kerja!!! Gak ada dorongan untuk menghasilkan yang terbaik!!!".
Perkataanya itu membuatku tertohok. Aku merasa selama ini, tugas2 yang aku terima aku kerjakan sebaik2nya. Aku kira, aku sudah cukup berusaha...ternyata belum. Usahaku belum maksimal, sehingga ada orang yang bilang kalo aku ini gak serius dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Aku akui, memang begitulah aku. Banyak sekali waktuku yang belum aku manfaatkan secara maksimal.
But, NOW, I've CHANGED!!!
Aku mengerti, dan aku telah berubah.
Kata2 Beliau akan selalu terpatri di hatiku, sampai kapan pun.
Sampai aku menerima sebuah pekerjaan besar untuk kepentingan orang banyak.
AKU AKAN MELAKUKAN SEMUA PEKERJAANKU DENGAN "PASSION"...
Keinginan untuk menghasilkan yang terbaik dengan usaha yang terbaik!!!
Setelah mengetahui ini, semua beban yang ada di pikiranku hilang.
Ternyata, yang membuatku selam ini begitu merasa depresi adalah tidak adanya motivasi dalam setiap yang aku kerjakan.
Aku bersyukur mengetahui ini...
Senin, 05 Mei 2008
Bersyukur Itu Indah...

Kamis, 1 Mei 2008
Bertepatan dengan Hari Buruh internasional, urang riweuh ngurusan seleksi Etos.
Setresss...ngeluh...emosi...mulai tuh pada keluar.
Sampai akhirnya, aku datang ke sebuah tempat di mana aku diajari sesuatu yang berharga.
Simaklah kisah berikut ini.
Pukul 18:30 WIB
Berangkatlah serombongan pria menyibak kegelapan malam. Ada yang pake baju koko, ada yang cuma pake kaos oblong. Ada juga yang pake sarung.
Aku orang yang pake kaos oblong dilapisi dengan sweater abu-abu. Delapan pria ini sedang bergerak dari kegelapan demi kegelapan menuju cahaya.
Dari Dago, kami menuju Daarut Tauhid untuk mengikuti pengajian Ma'rifatullah bersama Aa Gym.
Pukul 19:10
Sesampai di Daarut Tauhid, sedang dilangsungkan shalat Isya. Jama'ah sampai meluber ke jalan diseberang Masjid.
Kami kebagian shaf terakhir, dan masbuk -ketinggalan 2 raka'at.
Pukul 19:30
Seusai shalat, kami bergerak mencari tempat yang enak. Kami duduk di dekat layar tancep yang sengaja di pasang untuk para jama'ah yang tidak kebagian tempat di dalam Masjid.
Kemudian, disambung dengan pembacaan istighfar, shalawat, dan Asmaul Husna oleh seseorang yang tidak kelihatan, tapi suaranya keras -ya iya-lah, orangnya di dalem Masjid, suaranya keras pake pengeras soalnya-
Subhanallah...Asmaul Husna yang dibacakan itu membuat hatiku terenyuh. Nikmat sekali mendengarkannya.
Pembacaan diulangi sekali lagi. Kali ini, hampir semua jama'ah mengikuti bacaan orang yang pake pengeras suara.
Aku pun mengikuti bacaannya. Sampai akhirnya aku merasa sedih karena aku tidak bisa mengikuti seluruh bacaan Asmaul Husna...Astagfhirullah.
Pukul 20:00
Muncullah Aa Gym di layar. Sayang, lampu di tempat aku duduk dipadamkan, jadi aku gak bisa nulis2.
Sejak saat itu, aku diajarkan tentang syukur. Beliau menerangkan apa sih syukur itu,
Syukur adalah,
Menyadari bahwa segala nikmat itu Allah yang mendatangkannya
Meyakini bahwa segala nikmat itu bukan milik kita, melainkan milik Allah
Berterima-kasih kepada orang2 yang menjadi perantara nikmat Allah kepada kita
Menggunakan nikmat Allah untuk menjadi lebih dekat dengan Allah
Menceritakan nikmat Allah kepada orang lain
Untuk poin yang ke lima, jangan tertukar dengan RIA.
Orang yang syukur itu, selalu fokus kepada Allah, sedangkan orang yang ria selalu fokus pada dirinya sendiri.
Orang yang syukur itu selalu berpikiran positif di keadaan sesulit apa pun.
Nikmat itu bukan hanya materi. Berikut ini adalah beberapa nikmat yang sering dilupakan untuk disyukuri,
Nikmat Keberanian untuk mengakui dosa, yang kemudian berujung ke Tobat. Jadi, bersyukurlah jika ada yang mengkritik kejelekan kita.
Nikmat dicegahnya dari perbuatan maksiat
Nikmat diberikan rasa taat kepada Allah
Nikmat dipilih oleh Allah untuk menjadi bermanfaat bagi orang lain
Nah...
Kita selalu lupa bahwa segala nikmat yang kita miliki hanyalah milik Allah.
Kita ada di sini bukan karena adanya jaminan tabungan, atau penghasilan.
Tapi karena adanya jaminan Allah.
Bersyukurlah!!!
Bersyukurlah dengan apa yang kamu miliki saat ini...
Bertepatan dengan Hari Buruh internasional, urang riweuh ngurusan seleksi Etos.
Setresss...ngeluh...emosi...mulai tuh pada keluar.
Sampai akhirnya, aku datang ke sebuah tempat di mana aku diajari sesuatu yang berharga.
Simaklah kisah berikut ini.
Pukul 18:30 WIB
Berangkatlah serombongan pria menyibak kegelapan malam. Ada yang pake baju koko, ada yang cuma pake kaos oblong. Ada juga yang pake sarung.
Aku orang yang pake kaos oblong dilapisi dengan sweater abu-abu. Delapan pria ini sedang bergerak dari kegelapan demi kegelapan menuju cahaya.
Dari Dago, kami menuju Daarut Tauhid untuk mengikuti pengajian Ma'rifatullah bersama Aa Gym.
Pukul 19:10
Sesampai di Daarut Tauhid, sedang dilangsungkan shalat Isya. Jama'ah sampai meluber ke jalan diseberang Masjid.
Kami kebagian shaf terakhir, dan masbuk -ketinggalan 2 raka'at.
Pukul 19:30
Seusai shalat, kami bergerak mencari tempat yang enak. Kami duduk di dekat layar tancep yang sengaja di pasang untuk para jama'ah yang tidak kebagian tempat di dalam Masjid.
Kemudian, disambung dengan pembacaan istighfar, shalawat, dan Asmaul Husna oleh seseorang yang tidak kelihatan, tapi suaranya keras -ya iya-lah, orangnya di dalem Masjid, suaranya keras pake pengeras soalnya-
Subhanallah...Asmaul Husna yang dibacakan itu membuat hatiku terenyuh. Nikmat sekali mendengarkannya.
Pembacaan diulangi sekali lagi. Kali ini, hampir semua jama'ah mengikuti bacaan orang yang pake pengeras suara.
Aku pun mengikuti bacaannya. Sampai akhirnya aku merasa sedih karena aku tidak bisa mengikuti seluruh bacaan Asmaul Husna...Astagfhirullah.
Pukul 20:00
Muncullah Aa Gym di layar. Sayang, lampu di tempat aku duduk dipadamkan, jadi aku gak bisa nulis2.
Sejak saat itu, aku diajarkan tentang syukur. Beliau menerangkan apa sih syukur itu,
Syukur adalah,
Menyadari bahwa segala nikmat itu Allah yang mendatangkannya
Meyakini bahwa segala nikmat itu bukan milik kita, melainkan milik Allah
Berterima-kasih kepada orang2 yang menjadi perantara nikmat Allah kepada kita
Menggunakan nikmat Allah untuk menjadi lebih dekat dengan Allah
Menceritakan nikmat Allah kepada orang lain
Untuk poin yang ke lima, jangan tertukar dengan RIA.
Orang yang syukur itu, selalu fokus kepada Allah, sedangkan orang yang ria selalu fokus pada dirinya sendiri.
Orang yang syukur itu selalu berpikiran positif di keadaan sesulit apa pun.
Nikmat itu bukan hanya materi. Berikut ini adalah beberapa nikmat yang sering dilupakan untuk disyukuri,
Nikmat Keberanian untuk mengakui dosa, yang kemudian berujung ke Tobat. Jadi, bersyukurlah jika ada yang mengkritik kejelekan kita.
Nikmat dicegahnya dari perbuatan maksiat
Nikmat diberikan rasa taat kepada Allah
Nikmat dipilih oleh Allah untuk menjadi bermanfaat bagi orang lain
Nah...
Kita selalu lupa bahwa segala nikmat yang kita miliki hanyalah milik Allah.
Kita ada di sini bukan karena adanya jaminan tabungan, atau penghasilan.
Tapi karena adanya jaminan Allah.
Bersyukurlah!!!
Bersyukurlah dengan apa yang kamu miliki saat ini...
Empati...Susah Dicari...!!!

Jumat, 2 Mei 2008
Terjadi lagi perosalan yang sama.
Kali ini, aku berperan lagi jadi ketua pelaksana suatu kegiatan.
Dan lagi-lagi menghadapi masalah yang sama seperti yang lalu-lalu.
Masalah komitmen anggota.
Hhhh...kayaknya emang semua organisasi pasti ada masalah ini.
Anggota yang egois, hanya mementingkan diri sendiri,
Cuek, gak peduli sama anggota lain yang kerja,
Intinya, mereka gak punya empati !!!
Aku udah pernah nanya sekali, "siapa yang bisa bantuin saya???"
Bisu seribu bahasa.
Kesel banget, dicuekin.
Tapi ada beberapa orang yang akhirnya dengan sendirinya ngebantu juga.
Intinya gini sih, aku gak mengharapkan ada orang yang datang menolongku, atau istilahnya aku cuma nunggu dibantuin.
TIDAK !!!
Aku jadi tahu karakterku untuk memimpin sebuah organisasi yang susah2 anggotanya.
Sepertinya, aku cenderung untuk memilih orang yang akan aku ajak kerja bareng.
Aku milih hanya berdasarkan intuisi aja, tapi tidak jarang intuisiku bener.
Aku bisa klop sebagai tim dengan orang yang aku ajak.
Selain itu, aku gak terlalu suka memulai atau mengakhiri sesuatu secara formal, kayak rapat ato apalah.
Buatku, diskusi di depan TV juga cukup untuk menghasilkan keputusan.
Bahkan, dengan suasana santai seperti ngobrol gitu, aku bisa mengeksplor lebih banyak materi lagi.
Soalnya, kadang aku juga merasa bosen dengan acara2 rapat formal.
Yah, di dunia nyata nanti terutama dunia kerja, tentu aja aku gak bisa langsung milih orang untuk bekerja sama denganku.
Pasti rekan kerja itu dipilih sama atasan.
Tapi, karena orang yang dipilihin itu juga hasil seleksi kerja yang udah di tes kemampuan kerja samanya, ya sepertinya gak akan terlalu susah kerja sama.
Walaupun belum tentu gitu juga.
Sebagai default-nya, dengan siapa pun aku bekerja, maka aku akan make empati.
Aku akan memperlakukan orang sebagai orang.
Aku akan mencoba untuk mengerti daripada dimengerti.
Aku akan lebih banyak mendengarkan sebelum berbicara, supaya apa yang aku bicarakan tidak asal bunyi.
ITULAH EMPATI, KAWAN!!!
Terjadi lagi perosalan yang sama.
Kali ini, aku berperan lagi jadi ketua pelaksana suatu kegiatan.
Dan lagi-lagi menghadapi masalah yang sama seperti yang lalu-lalu.
Masalah komitmen anggota.
Hhhh...kayaknya emang semua organisasi pasti ada masalah ini.
Anggota yang egois, hanya mementingkan diri sendiri,
Cuek, gak peduli sama anggota lain yang kerja,
Intinya, mereka gak punya empati !!!
Aku udah pernah nanya sekali, "siapa yang bisa bantuin saya???"
Bisu seribu bahasa.
Kesel banget, dicuekin.
Tapi ada beberapa orang yang akhirnya dengan sendirinya ngebantu juga.
Intinya gini sih, aku gak mengharapkan ada orang yang datang menolongku, atau istilahnya aku cuma nunggu dibantuin.
TIDAK !!!
Aku jadi tahu karakterku untuk memimpin sebuah organisasi yang susah2 anggotanya.
Sepertinya, aku cenderung untuk memilih orang yang akan aku ajak kerja bareng.
Aku milih hanya berdasarkan intuisi aja, tapi tidak jarang intuisiku bener.
Aku bisa klop sebagai tim dengan orang yang aku ajak.
Selain itu, aku gak terlalu suka memulai atau mengakhiri sesuatu secara formal, kayak rapat ato apalah.
Buatku, diskusi di depan TV juga cukup untuk menghasilkan keputusan.
Bahkan, dengan suasana santai seperti ngobrol gitu, aku bisa mengeksplor lebih banyak materi lagi.
Soalnya, kadang aku juga merasa bosen dengan acara2 rapat formal.
Yah, di dunia nyata nanti terutama dunia kerja, tentu aja aku gak bisa langsung milih orang untuk bekerja sama denganku.
Pasti rekan kerja itu dipilih sama atasan.
Tapi, karena orang yang dipilihin itu juga hasil seleksi kerja yang udah di tes kemampuan kerja samanya, ya sepertinya gak akan terlalu susah kerja sama.
Walaupun belum tentu gitu juga.
Sebagai default-nya, dengan siapa pun aku bekerja, maka aku akan make empati.
Aku akan memperlakukan orang sebagai orang.
Aku akan mencoba untuk mengerti daripada dimengerti.
Aku akan lebih banyak mendengarkan sebelum berbicara, supaya apa yang aku bicarakan tidak asal bunyi.
ITULAH EMPATI, KAWAN!!!
I Luv Ma Mom...
Terrrrrrt…terrrrrrtt…terrrrrrrtt…
“Halo, Assalmualaikum…”
“Wa’alaikum salam,,, Yu, gemana kabarmu?”
“Alhamdulillah baik, Ma…Apik, waras, sehat wal afiat”
“Ya syukur klo gitu…Nih, Mama cuma mau ngingetin, di Bandung kan lagi heboh flu burung, kamu harus hati-hati, Yu…Tiap pulang kuliah, cuci tangan dan kakimu pake sabun. Itu cara penangkalan paling aman katanya”
“Iya, Ma…InsyaAllah”
“Terus, kamu juga jangan terlalu capek. Gak usah maksain kal badanmu gak enak”
“Iyaaa…”
“Jangan lupa juga atur makanmu. Jangan nahan-nahan laper! Kalo udah keburu laper, gak usah masak nasi. Beli aja di warung”
“Enggeeeehhhh, Ibuuuu….”
“Kamu juga harus hati-hati…sekarang banyak penjahat, kamu mesti jaga di…”
“Iyaaa Mamaku sayang…Wahyu ngerti koq. Minta doanya aja supaya Wahyu dikasih seha dan selamat sama Allah”
“Itu pasti, Yu…Mama selalu doain kamu”
“Ya udah…tenang aja, Wahyu udah dewasa koq. Oya, gimana kabarnya Bapak, Tia, sama Vian?”
“Alhamdulillah, sehat-sehat semua. Dari tadi Tia disuruh ngomong sama Mama, tapi gak mau, malu katanya. Sama mas-nya aja koq malu”
“Hehe…namanya juga anak kelas dua SD, tar kalo uda kelas empat pasti gatel maen-maen telpon”
“Ya udah ya, Yu…Kalo ada apa-apa, cepet kasih tau Mama. Termasuk kalo kondisi keuanganmu…”
“Iyaa…tenang aja. Alhamdulillah sampe sekarang kondisi keuangan Wahyu masih sehat koq”
“Ya udah…jaga kesehatan ya…Assalamualaikum”
“Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh”
Tuuuuutttt…tuuuuutttt…ttuuuuuuttt.
* * *
Ahad pagi. Waktu yang menyenangkan. Pada waktu ini, aku lebih sibuk mengurusi urusan rumah tangga. Aku akan lebih mengurus diri setelah seminggu lelah kuliah, kerja, dan sibuk di organisasi.
“Olah raga, mandi, makan, bres-beres kamar, dan nyuci”.
Itulah agendaku setiap Ahad pagi. Namun, ada satu agenda yang sebenarnya tidak aku rencanakan. Tapi tiap minggu pasti aku lakukan. Aku menunggu-nunggu agenda ini. Jika aku tidak melakukannya satu kali saja, aku bisa uring-uringan.
Ya, bagaimana aku tidak uring-uringan jika setiap minggu bundaku telpon, dan sekali saja dia telpon, perasaanku pasti khawatir. Kangen dengan nasihat-nasihatnya yang membuat aku merasa seperti anak kecil lagi.
Saat ini aku adalah mahasiswa semester tujuh di sebuah institut terkemuka di Bandung. Semua keluargaku tinggal di Jogjakarta. Awalnya kami berdomisili di Bandung, tapi karena desakan ekonomi, kedua orang tua dan adik-adikku hijrah ke Kota Pelajar itu, meninggalkanku meneruskan pendidikan SMA sampai lulus. Aku memutuskan untuk tetap tinggal di Bandung karena merasa tanggung dengan sekolahku yang tinggal satu tahun lagi. Akhirnya aku dititipkan di temat paman sampai aku bisa mandiri hingga saat ini.
Walaupun awalnya Mama bilang percaya padaku, tapi aku tahu dari raut wajah dan nada suaranya ketika kami berisah, yang menggambarkan kekhawaitran yang besar. Dari ekspresinya itu, tersirat sebuah pesan, “Nak, tabahkan hatimu. Jalani hidup ini dengan tegar. Bererah diri pada Allah. Maafkan Mama yang tidak bisa membahagiakanmu, Nak…Mama akan selalu bersamamu dalam setiap doa-doa Mama”.
Pasti itulah yang dirasakan oeh semua ibu saat meninggalkan darah dagingnya, yang dengan susah payah ia lahirkan, berjuang sendirian dalam menjalani hidup. Sungguh jelas kasih sayang yang ia tampakkan saat itu. Sungguh jelas kesedihan yang ia tunjukkan saat itu. Semuanya membuat hatiku ngilu, perih sekali, dan tanpa terasa air mataku meleleh. Bunda, aku akan membahagiakanmu! Aku akan membuatmu bangga….aku aan membuatmu bangga…Itu janjiku sampai mati!
Akhirnya, tiap Ahad pagi, sekitar jam delapan pagi, ibuku selalu menelponku. Menyampaikan wejangan yang sama. Menyampaikan kekhawatiran yang sama. Menyampaikan kasih sayang yang sama. Itulah yang kutunggu. Aku bahagia saat mendengar suara Ibu yang syahdu dan lemah lembut.
Saat aku goyah dihantam badai kehidupan, nasihat ibuku lah yang memuatku tegar, menegakkan tekad dan siap berlayar kembali dalam samudra kehidupan. Ibuku adalah salah satu sumber kekuatanku dalam menjalani setapak demi setapak jalan hidupku. Ibuku adalah pencerah yang menuntunku menyusun mozaik-mozaik kehidupanku. Ibuku adalah awal dari mimpi-mimpiku.
Yup, di dunia ini, hanya ada tiga orang wanita yang akan mendapatkan mahkota dan singgasana di dalam hatiku. Wanita nomor satu adalah Ibundaku tercinta, nomor dua adalah adik perempuanku, dan yang nomor tiga, baru istriku tersayang. Gak papa kan istriku??? Istriku??? Dimana kamu??? Oh iya…kan belum akad, malahan belum tahu siapa…hehehe, belum saatnya sih…Juz 30 aja belum hafal, yaah, sambil jalan aja ngapalinnya, hahaha…Woooiiii, Ujian dulu…!!!!
Just wanna say, I Love You Mom, More Than Anything Else In The World!!!
“Halo, Assalmualaikum…”
“Wa’alaikum salam,,, Yu, gemana kabarmu?”
“Alhamdulillah baik, Ma…Apik, waras, sehat wal afiat”
“Ya syukur klo gitu…Nih, Mama cuma mau ngingetin, di Bandung kan lagi heboh flu burung, kamu harus hati-hati, Yu…Tiap pulang kuliah, cuci tangan dan kakimu pake sabun. Itu cara penangkalan paling aman katanya”
“Iya, Ma…InsyaAllah”
“Terus, kamu juga jangan terlalu capek. Gak usah maksain kal badanmu gak enak”
“Iyaaa…”
“Jangan lupa juga atur makanmu. Jangan nahan-nahan laper! Kalo udah keburu laper, gak usah masak nasi. Beli aja di warung”
“Enggeeeehhhh, Ibuuuu….”
“Kamu juga harus hati-hati…sekarang banyak penjahat, kamu mesti jaga di…”
“Iyaaa Mamaku sayang…Wahyu ngerti koq. Minta doanya aja supaya Wahyu dikasih seha dan selamat sama Allah”
“Itu pasti, Yu…Mama selalu doain kamu”
“Ya udah…tenang aja, Wahyu udah dewasa koq. Oya, gimana kabarnya Bapak, Tia, sama Vian?”
“Alhamdulillah, sehat-sehat semua. Dari tadi Tia disuruh ngomong sama Mama, tapi gak mau, malu katanya. Sama mas-nya aja koq malu”
“Hehe…namanya juga anak kelas dua SD, tar kalo uda kelas empat pasti gatel maen-maen telpon”
“Ya udah ya, Yu…Kalo ada apa-apa, cepet kasih tau Mama. Termasuk kalo kondisi keuanganmu…”
“Iyaa…tenang aja. Alhamdulillah sampe sekarang kondisi keuangan Wahyu masih sehat koq”
“Ya udah…jaga kesehatan ya…Assalamualaikum”
“Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh”
Tuuuuutttt…tuuuuutttt…ttuuuuuuttt.
* * *
Ahad pagi. Waktu yang menyenangkan. Pada waktu ini, aku lebih sibuk mengurusi urusan rumah tangga. Aku akan lebih mengurus diri setelah seminggu lelah kuliah, kerja, dan sibuk di organisasi.
“Olah raga, mandi, makan, bres-beres kamar, dan nyuci”.
Itulah agendaku setiap Ahad pagi. Namun, ada satu agenda yang sebenarnya tidak aku rencanakan. Tapi tiap minggu pasti aku lakukan. Aku menunggu-nunggu agenda ini. Jika aku tidak melakukannya satu kali saja, aku bisa uring-uringan.
Ya, bagaimana aku tidak uring-uringan jika setiap minggu bundaku telpon, dan sekali saja dia telpon, perasaanku pasti khawatir. Kangen dengan nasihat-nasihatnya yang membuat aku merasa seperti anak kecil lagi.
Saat ini aku adalah mahasiswa semester tujuh di sebuah institut terkemuka di Bandung. Semua keluargaku tinggal di Jogjakarta. Awalnya kami berdomisili di Bandung, tapi karena desakan ekonomi, kedua orang tua dan adik-adikku hijrah ke Kota Pelajar itu, meninggalkanku meneruskan pendidikan SMA sampai lulus. Aku memutuskan untuk tetap tinggal di Bandung karena merasa tanggung dengan sekolahku yang tinggal satu tahun lagi. Akhirnya aku dititipkan di temat paman sampai aku bisa mandiri hingga saat ini.
Walaupun awalnya Mama bilang percaya padaku, tapi aku tahu dari raut wajah dan nada suaranya ketika kami berisah, yang menggambarkan kekhawaitran yang besar. Dari ekspresinya itu, tersirat sebuah pesan, “Nak, tabahkan hatimu. Jalani hidup ini dengan tegar. Bererah diri pada Allah. Maafkan Mama yang tidak bisa membahagiakanmu, Nak…Mama akan selalu bersamamu dalam setiap doa-doa Mama”.
Pasti itulah yang dirasakan oeh semua ibu saat meninggalkan darah dagingnya, yang dengan susah payah ia lahirkan, berjuang sendirian dalam menjalani hidup. Sungguh jelas kasih sayang yang ia tampakkan saat itu. Sungguh jelas kesedihan yang ia tunjukkan saat itu. Semuanya membuat hatiku ngilu, perih sekali, dan tanpa terasa air mataku meleleh. Bunda, aku akan membahagiakanmu! Aku akan membuatmu bangga….aku aan membuatmu bangga…Itu janjiku sampai mati!
Akhirnya, tiap Ahad pagi, sekitar jam delapan pagi, ibuku selalu menelponku. Menyampaikan wejangan yang sama. Menyampaikan kekhawatiran yang sama. Menyampaikan kasih sayang yang sama. Itulah yang kutunggu. Aku bahagia saat mendengar suara Ibu yang syahdu dan lemah lembut.
Saat aku goyah dihantam badai kehidupan, nasihat ibuku lah yang memuatku tegar, menegakkan tekad dan siap berlayar kembali dalam samudra kehidupan. Ibuku adalah salah satu sumber kekuatanku dalam menjalani setapak demi setapak jalan hidupku. Ibuku adalah pencerah yang menuntunku menyusun mozaik-mozaik kehidupanku. Ibuku adalah awal dari mimpi-mimpiku.
Yup, di dunia ini, hanya ada tiga orang wanita yang akan mendapatkan mahkota dan singgasana di dalam hatiku. Wanita nomor satu adalah Ibundaku tercinta, nomor dua adalah adik perempuanku, dan yang nomor tiga, baru istriku tersayang. Gak papa kan istriku??? Istriku??? Dimana kamu??? Oh iya…kan belum akad, malahan belum tahu siapa…hehehe, belum saatnya sih…Juz 30 aja belum hafal, yaah, sambil jalan aja ngapalinnya, hahaha…Woooiiii, Ujian dulu…!!!!
Just wanna say, I Love You Mom, More Than Anything Else In The World!!!
Mandiri...Segala sendiri...Iya gituh???

Jumat, 2 Mei 2008
Suatu sore, ada seseorang (akhwat) yang memberikan pesan singkat -esemes- kepadaku.
Begini bunyinya, "Kakak, aku lagi berusaha buat hidup mandiri. Sekarang aku udah berani keluar rumah sendirian lho"
Pertanyaannya, apakah mandiri itu artinya "Bisa melakukan segala sesuatu sendiri???"
Kebingungan tentang kemandirian mungkin selalu dirasakan oleh sebagian besar remaja.
Banyak persepsi tentang kemandirian yang berbeda-beda.
Masa remaja adalah masa peralihan yang akan mempengaruhi sikap hidup di masa dewasa nanti.
Dan langkah awal yang diambil saat masa remaja akan mempengaruhi seberapa cepat seseorang mencapai kedewasaanya, dalam hal pola pikir dan jiwa.
Kembali ke masalah kemandirian,
Bagi saya, mandiri adalah,
Mampu memilih apa yang baik bagi dirinya
Bertanggung jawab atas segala pilihan yang diambil
Tidak menjadi beban hidup orang lain
Bukan berarti menjadi mandiri bisa melakukan segala hal sendiri.
Tidak sama sekali.
Kita ini adalah makhluk sosial, yang tidak bisa hidup sendiri.
Terlalu kecil kapasitas kita untuk melakukan semua tugas yang diberikan Allah sendirian.
Mandiri berarti menuju kedewasaan.
Pandanglah hidup dengan bijaksana.
"Nah, gitu neng...justru kalo buat perempuan mah gak bagus jalan2 sendirian" (^0^)v
Senin, 28 April 2008
"Hidup Bukan Untuk Uang, Kawan!!!"

Selasa, 29 April 2008
Selalu ada dalam pikiranku, "Kenapa di dunia ini ada yang namanya uang???"
Aku pun kadang menggerutu, "Gebleg banget sih yang bikin duit!!! Bikin banyak orang susah, bikin banyak kerusakan di bumi"
Banyak orang nginjek orang lain hanya karna pengen dapet uang lebih,
atau banyak orang menghinakan orang lain karena dia merasa banyak uang dan berkuasa,
atau banyak juga orang yang menghinakan diri sendiri hanya untuk ngedapetin uang !!!
"Those're Very Disgusting, Dude !!!"
Malam kemarin,aku merasa jijik pada diriku sendiri.
Belakangan ini, aku merasa diperbudak uang.
Kehidupanku jadi terasa sempit hanya karena memikirkan uang.
Bayangin, Man...!!!
Aku selalu mikirin ngirit2 duit karna pengen beli ini-itu yang sebenernya gak penting2,
Aku selalu merasa khawatir kalo uang kiriman bulanan belum nyampe,
Aku jadi pelit kalo ada orang lain yang minta bantuanku.
NOOOOOOO....!!!!
Never it happen again.
Aku gak mau diperbudak uang,
aku gak mau melakukan suatu pekerjaan hanya karena uang,
aku gak mau ngabisin hidupku hanya untuk mencari uang,
aku gak mau jadi penjilat hanya karena pengen memperkaya diri,
aku gak mau ngelakuin pekerjaan2 haram hanya karena uang !!!
Aku ingin hidup bebas dengan tidak terlalu memikirkan uang,
aku ingin bermanfaat buat orang banyak dengan uang yang aku dapet,
buat keluargaku, buat masyarakat, buat bangsa,
kalo uangku habis karena dipake untuk yang bermanfaat dan bukan hanya untuk keegoisan diri sendiri,
never mind !!!
Uang bisa dicari lagi, tapi ketenangan hidup di dunia apa lagi di akhirat sulit untuk di cari.
Uang hanyalah alat untuk kita perbudak, dan bukan uang yang memperbudak kita.
Intinya, bersyuurlah dengan segala yang kita punya, dan
Lakukan semua pekerjaan dengan niat untuk memberi manfaat buat orang2 di sekitar kita,
Sekecil apa pun...
BERMEWAH-MEWAHAN, NO!!! BERMANFAAT BUAT ORANG LAIN, YESS!!!
"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,
sampai kamu masuk ke dalam kubur.
Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatan kamu itu),
kemudian sekali-kali tidak!! Kamu akan mengetahui.
Sekali-kali tidak! sekiranya kamu mengetahui dengan pasti,
niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka jahim,
Kemudian kamu akan benar-benar melihatnya dengan mata kepala sendiri,
Kemudian kamu akan benar-benar ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu)"
(Q.S. At-Takatsur 1-8)
-Ikhtiar maksimal, berpikir positif, penuh pengharapan pada Yang Maha Kuasa, dan bermanfaat bagi orang banyak-
"Kalo cukup sama yang ini, buat apa yang itu...kebagusan"
Selalu ada dalam pikiranku, "Kenapa di dunia ini ada yang namanya uang???"
Aku pun kadang menggerutu, "Gebleg banget sih yang bikin duit!!! Bikin banyak orang susah, bikin banyak kerusakan di bumi"
Banyak orang nginjek orang lain hanya karna pengen dapet uang lebih,
atau banyak orang menghinakan orang lain karena dia merasa banyak uang dan berkuasa,
atau banyak juga orang yang menghinakan diri sendiri hanya untuk ngedapetin uang !!!
"Those're Very Disgusting, Dude !!!"
Malam kemarin,aku merasa jijik pada diriku sendiri.
Belakangan ini, aku merasa diperbudak uang.
Kehidupanku jadi terasa sempit hanya karena memikirkan uang.
Bayangin, Man...!!!
Aku selalu mikirin ngirit2 duit karna pengen beli ini-itu yang sebenernya gak penting2,
Aku selalu merasa khawatir kalo uang kiriman bulanan belum nyampe,
Aku jadi pelit kalo ada orang lain yang minta bantuanku.
NOOOOOOO....!!!!
Never it happen again.
Aku gak mau diperbudak uang,
aku gak mau melakukan suatu pekerjaan hanya karena uang,
aku gak mau ngabisin hidupku hanya untuk mencari uang,
aku gak mau jadi penjilat hanya karena pengen memperkaya diri,
aku gak mau ngelakuin pekerjaan2 haram hanya karena uang !!!
Aku ingin hidup bebas dengan tidak terlalu memikirkan uang,
aku ingin bermanfaat buat orang banyak dengan uang yang aku dapet,
buat keluargaku, buat masyarakat, buat bangsa,
kalo uangku habis karena dipake untuk yang bermanfaat dan bukan hanya untuk keegoisan diri sendiri,
never mind !!!
Uang bisa dicari lagi, tapi ketenangan hidup di dunia apa lagi di akhirat sulit untuk di cari.
Uang hanyalah alat untuk kita perbudak, dan bukan uang yang memperbudak kita.
Intinya, bersyuurlah dengan segala yang kita punya, dan
Lakukan semua pekerjaan dengan niat untuk memberi manfaat buat orang2 di sekitar kita,
Sekecil apa pun...
BERMEWAH-MEWAHAN, NO!!! BERMANFAAT BUAT ORANG LAIN, YESS!!!
"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,
sampai kamu masuk ke dalam kubur.
Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatan kamu itu),
kemudian sekali-kali tidak!! Kamu akan mengetahui.
Sekali-kali tidak! sekiranya kamu mengetahui dengan pasti,
niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka jahim,
Kemudian kamu akan benar-benar melihatnya dengan mata kepala sendiri,
Kemudian kamu akan benar-benar ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu)"
(Q.S. At-Takatsur 1-8)
-Ikhtiar maksimal, berpikir positif, penuh pengharapan pada Yang Maha Kuasa, dan bermanfaat bagi orang banyak-
"Kalo cukup sama yang ini, buat apa yang itu...kebagusan"
Kamis, 24 April 2008
Indonesia Kaya Akan Orang Kaya??? Pedulikah...???

Kamis, 24 April 2008
"Menurut laporan Asia Pacific Wealth Report 2007 yang dikeluarkan oleh Capgemini dan Merryl Lynch,
Maret 2007, Indonesia merupakan negara yang memiliki pertumbuhan orang kaya tercepat ketiga di dunia sebesar 16% pada tahun 2006,
setelah Singapura (21,2%) dan India (20,5%)"
Waw...tulisan di atas disalin dari artikel di Koran Kompas, Selasa, 15 April 2008, yang berjudul:"Kaya Karena Bisnis Atau Warisan".
Ternyata, di Indonesia banyak orang kaya-nya ya...
Cuma, mana nih imbasnya ke lingkungan sekitar???
Fenomena menarik yang saia pernah liat adalah waktu saia jadi peserta Temnas 2005.
Waktu perjalanan ke Gedung Megah Beratap Warna Ijo Tempatnya Orang Cas-Cis-Cus Tapi Gaji Selangit...(baca: Gedung MPR-DPR),
saia melewati suatu perumahan, yang...wuuaaahhh...uueeddaaannn Maan!!!
Rumah-rumahnya itu udah kayak kuil Yunani Kuno,
yang tiangnya gede2
yang pake ada patung orang yang lagi numpahin air di dalem guci.
Jalan masuk ke rumahnya itu dihiasi tanaman2 yang sangat terawat rapi.
Daaann...Pagar tinggi yang melingkar disekitar rumahnya...seolah2 menunjukkan bahwa Si Empunya rumah Untouchable, Orang Mulia.
Namuuunnn...begitu keluar dari komplek perumahan itu, jreeeng...jreeengg...jreenggg...
Langsung keliatan suasana yang kontras pisan.
Kalo tadi tiangnya gede2 kayak kuil Yunani, ini mah gak ada tiangnya, cuma triplek ato kardus yang disambungin entah pake apa
Kalo tadi halamannya dihiasin patung en taneman, ini mah dhiasin sama tumpukan sampah sama rel kereta api.
Dan yang luar biasa, saudara-saudara...
Padahal mereka (Si Empunya Rumah Kuil Yunani sama Si Empunya Rumah Triplek) tinggalnya berdekatan.
Lha koq yo bisa-bisanya ada suasana bagai langit dan bumi bgitu.
Ternyata, peningkatan pertumbuhan orang kaya di Indonesia tidak diiringi dengan peningkatan kepedulian sosial terhadap sesama.
Itulah yang terjadi di Indonesia, sampe ada fenomena seperti itu.
Negara ini serasa semakin mirip negara super-kapitalishh...
Yang cuma dikuasain kaum Borjuishh...
Yang kaya smakin kaya-ishhh...
Yang miskin smakin mbelesek-ishh...
BEWARE!!! Neo-kapitalism oleh bangsa sendiri!!!
Kebanyakan orang2 yang jadi mendadak kaya adalah orang2 yang terjun di dunia bisnis dan punya mental wirausaha yang tahan banting.
Nah...buat Anda-anda yang pengen juga jadi orang mendadak kaya, berwirausahalah !!!
Tapi...
jangan lupakan kalau Anda menginjakkan kaki di Indonesia,
jangan lupakan kalau Anda menghirup udara di Indonesia,
jangan lupakan kalau Anda dan (calon istri/suami) Anda adalah orang Indonesia,
Bantulah warga Indonesia lain yang belum mendapatkan kesempatan seperti Anda, untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.
Jangan dikasih ikan...tapi dikasih kail!!! Remember that, Okay!!!
"Menurut laporan Asia Pacific Wealth Report 2007 yang dikeluarkan oleh Capgemini dan Merryl Lynch,
Maret 2007, Indonesia merupakan negara yang memiliki pertumbuhan orang kaya tercepat ketiga di dunia sebesar 16% pada tahun 2006,
setelah Singapura (21,2%) dan India (20,5%)"
Waw...tulisan di atas disalin dari artikel di Koran Kompas, Selasa, 15 April 2008, yang berjudul:"Kaya Karena Bisnis Atau Warisan".
Ternyata, di Indonesia banyak orang kaya-nya ya...
Cuma, mana nih imbasnya ke lingkungan sekitar???
Fenomena menarik yang saia pernah liat adalah waktu saia jadi peserta Temnas 2005.
Waktu perjalanan ke Gedung Megah Beratap Warna Ijo Tempatnya Orang Cas-Cis-Cus Tapi Gaji Selangit...(baca: Gedung MPR-DPR),
saia melewati suatu perumahan, yang...wuuaaahhh...uueeddaaannn Maan!!!
Rumah-rumahnya itu udah kayak kuil Yunani Kuno,
yang tiangnya gede2
yang pake ada patung orang yang lagi numpahin air di dalem guci.
Jalan masuk ke rumahnya itu dihiasi tanaman2 yang sangat terawat rapi.
Daaann...Pagar tinggi yang melingkar disekitar rumahnya...seolah2 menunjukkan bahwa Si Empunya rumah Untouchable, Orang Mulia.
Namuuunnn...begitu keluar dari komplek perumahan itu, jreeeng...jreeengg...jreenggg...
Langsung keliatan suasana yang kontras pisan.
Kalo tadi tiangnya gede2 kayak kuil Yunani, ini mah gak ada tiangnya, cuma triplek ato kardus yang disambungin entah pake apa
Kalo tadi halamannya dihiasin patung en taneman, ini mah dhiasin sama tumpukan sampah sama rel kereta api.
Dan yang luar biasa, saudara-saudara...
Padahal mereka (Si Empunya Rumah Kuil Yunani sama Si Empunya Rumah Triplek) tinggalnya berdekatan.
Lha koq yo bisa-bisanya ada suasana bagai langit dan bumi bgitu.
Ternyata, peningkatan pertumbuhan orang kaya di Indonesia tidak diiringi dengan peningkatan kepedulian sosial terhadap sesama.
Itulah yang terjadi di Indonesia, sampe ada fenomena seperti itu.
Negara ini serasa semakin mirip negara super-kapitalishh...
Yang cuma dikuasain kaum Borjuishh...
Yang kaya smakin kaya-ishhh...
Yang miskin smakin mbelesek-ishh...
BEWARE!!! Neo-kapitalism oleh bangsa sendiri!!!
Kebanyakan orang2 yang jadi mendadak kaya adalah orang2 yang terjun di dunia bisnis dan punya mental wirausaha yang tahan banting.
Nah...buat Anda-anda yang pengen juga jadi orang mendadak kaya, berwirausahalah !!!
Tapi...
jangan lupakan kalau Anda menginjakkan kaki di Indonesia,
jangan lupakan kalau Anda menghirup udara di Indonesia,
jangan lupakan kalau Anda dan (calon istri/suami) Anda adalah orang Indonesia,
Bantulah warga Indonesia lain yang belum mendapatkan kesempatan seperti Anda, untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.
Jangan dikasih ikan...tapi dikasih kail!!! Remember that, Okay!!!
Minggu, 20 April 2008
"Haruskah menjadi TELADAN, dengan mengubah diri menjadi orang lain???"
Ahad, 20 April 2008
"Teladan???!!!...Can I???"
Suatu saat, di suatu rumah makan yang berlokasi di puncrut, serombongan mahasiswa merayakan keberhasilannya menyelenggarakan sebuah kegiatan.
Di tengah2 acara, aku mengambil bandrek yang sengaja disediakan oleh rumah makan.
Waktu itu hujan, dan aku sampai ke Puncrut dengan basah kuyup karena mengendarai sepeda motor, sedangkan yang lain beranngkat dengan menggunakan mobil.
Saat itu, yang kupikirkan hanya cara untuk menghangatkan tubuh.
Begitu bandrek aku ambil, aku berdiri dan menempelkan bibir gelas yang hangat ke bibirku, sambil berdiri.
Tiba2, sesorang dibelakangku berteriak, "Kak, sambil duduk dong kak...Supervisor tuh harus ngasih teladan dong".
Hatiku tergetar, mendengar kata "teladan".
Akhirnya aku duduk, dan setelah selesai meneguk bandrek tadi, aku berbalik dan bilang, "Aduh...maaf ya, kk bukan orang yang bisa diteladani".
Hhhh...
Hal yang paling memberatkan hatiku saat mengajukan lamaran untuk jadi supervisor sebuah beastudi adalah "Apakah aku bisa menjadi teladan buat adik2 yang aku bimbing???"
Menjadi teladan itu sungguh berat, padahal gak ada dijob-desknya supervisor.
Apa aku harus berubah jadi orang yang bener2 alim untuk jadi teladan???
Apa aku harus mengubah diri menjadi orang yang pendiam supaya terlihat berwibawa untuk bisa diteladani???
Awww...Man, that's so stupid!!!
Bagaimanapun, memberi teladan adalah penting.
Tapi, apa harus sampai merubah diri???
NON SENSE...!!!
Itu cuma ngajarin mereka sebuah kebohongan!!
Aku akan tetap jadi diriku seperti biasa.
Jadi Wahyu yang aku tahu setiap harinya.
Aku akan lihat, teladan apa yang mereka bisa ambil dariku.
Dengan itu, aku akan tahu sejauhmana kapasitas diriku sekarang.
"Teladan???!!!...Can I???"
Suatu saat, di suatu rumah makan yang berlokasi di puncrut, serombongan mahasiswa merayakan keberhasilannya menyelenggarakan sebuah kegiatan.
Di tengah2 acara, aku mengambil bandrek yang sengaja disediakan oleh rumah makan.
Waktu itu hujan, dan aku sampai ke Puncrut dengan basah kuyup karena mengendarai sepeda motor, sedangkan yang lain beranngkat dengan menggunakan mobil.
Saat itu, yang kupikirkan hanya cara untuk menghangatkan tubuh.
Begitu bandrek aku ambil, aku berdiri dan menempelkan bibir gelas yang hangat ke bibirku, sambil berdiri.
Tiba2, sesorang dibelakangku berteriak, "Kak, sambil duduk dong kak...Supervisor tuh harus ngasih teladan dong".
Hatiku tergetar, mendengar kata "teladan".
Akhirnya aku duduk, dan setelah selesai meneguk bandrek tadi, aku berbalik dan bilang, "Aduh...maaf ya, kk bukan orang yang bisa diteladani".
Hhhh...
Hal yang paling memberatkan hatiku saat mengajukan lamaran untuk jadi supervisor sebuah beastudi adalah "Apakah aku bisa menjadi teladan buat adik2 yang aku bimbing???"
Menjadi teladan itu sungguh berat, padahal gak ada dijob-desknya supervisor.
Apa aku harus berubah jadi orang yang bener2 alim untuk jadi teladan???
Apa aku harus mengubah diri menjadi orang yang pendiam supaya terlihat berwibawa untuk bisa diteladani???
Awww...Man, that's so stupid!!!
Bagaimanapun, memberi teladan adalah penting.
Tapi, apa harus sampai merubah diri???
NON SENSE...!!!
Itu cuma ngajarin mereka sebuah kebohongan!!
Aku akan tetap jadi diriku seperti biasa.
Jadi Wahyu yang aku tahu setiap harinya.
Aku akan lihat, teladan apa yang mereka bisa ambil dariku.
Dengan itu, aku akan tahu sejauhmana kapasitas diriku sekarang.
Jumat, 18 April 2008
Be A Man ala Eikichi Onizuka!!!
Eikichi Onizuka...Kalo baca komiknya, orang ini adalah orang yang bener2 super gak beres.
Seorang pemimpin gang motor yang beralih profesi menjadi guru, yang awalnya hanya berniat untuk mendapatkan gadis2 sekolahan yang bahenol.
Orang yang jorok, porno, bodoh, dan everythig else yang jelek2.
-Beeuuuhhh...I'm not like that. Very different.-
Tapi ada satu sisi baik -hanya satu!!!- yang dimiliki oleh Onizuka.
Dia berlaku sebagai seorang laki-laki sejati,
orang yang tidak pernah menyalahkan keadaan sulit yang pernah dia alami yang menyebabkan dia menjadi seorang berandalan,
orang yang selalu bertanggungjawab atas segala jalan hidup yang dia pilih dan atas segala yang dia lakukan,
orang yang berani menyelesaikan masalah secara langsung -simple minded person-,
Onizuka mengajarkan murid2nya tentang arti teman sesungguhnya.
Meski tidak mengajarkan pelajaran sekolah seperti biasa -karena dia bodoh-, dia mengambil hati murid2nya dengan cara yang luar biasa.
Onizuka menyentuh hati murid2nya dengan cara memposisikan diri sebagai murid tersebut tapi dengan sudut pandang orang dewasa yang lebih bijaksana.
Yah...paling itu sisi baik yang dia miliki. Sisi jeleknya bisa lebih banyak dari ini.
Tapi yang jelas, orang ini mengajarkanku satu hal.
If you claim yourself a Man, then act like a Man !!!
Bertanggungjawab atas segala apa yang aku pilih...
Bertanggungjawab atas segala apa yang aku lakukan...
Jangan pernah memposisikan diri sebagai korban keadaan, yang selalu ingin dikasihani sehingga orang2 akan simpati padamu...
Orang yang selalu menyalahkan hanyalah seorang pecundang yang mencari pembenaran atas ketidak-berdayaannya!!!
Allright...
Take a new lesson as a Man!!!
Seorang pemimpin gang motor yang beralih profesi menjadi guru, yang awalnya hanya berniat untuk mendapatkan gadis2 sekolahan yang bahenol.
Orang yang jorok, porno, bodoh, dan everythig else yang jelek2.
-Beeuuuhhh...I'm not like that. Very different.-
Tapi ada satu sisi baik -hanya satu!!!- yang dimiliki oleh Onizuka.
Dia berlaku sebagai seorang laki-laki sejati,
orang yang tidak pernah menyalahkan keadaan sulit yang pernah dia alami yang menyebabkan dia menjadi seorang berandalan,
orang yang selalu bertanggungjawab atas segala jalan hidup yang dia pilih dan atas segala yang dia lakukan,
orang yang berani menyelesaikan masalah secara langsung -simple minded person-,
Onizuka mengajarkan murid2nya tentang arti teman sesungguhnya.
Meski tidak mengajarkan pelajaran sekolah seperti biasa -karena dia bodoh-, dia mengambil hati murid2nya dengan cara yang luar biasa.
Onizuka menyentuh hati murid2nya dengan cara memposisikan diri sebagai murid tersebut tapi dengan sudut pandang orang dewasa yang lebih bijaksana.
Yah...paling itu sisi baik yang dia miliki. Sisi jeleknya bisa lebih banyak dari ini.
Tapi yang jelas, orang ini mengajarkanku satu hal.
If you claim yourself a Man, then act like a Man !!!
Bertanggungjawab atas segala apa yang aku pilih...
Bertanggungjawab atas segala apa yang aku lakukan...
Jangan pernah memposisikan diri sebagai korban keadaan, yang selalu ingin dikasihani sehingga orang2 akan simpati padamu...
Orang yang selalu menyalahkan hanyalah seorang pecundang yang mencari pembenaran atas ketidak-berdayaannya!!!
Allright...
Take a new lesson as a Man!!!
Problem serius di asrama ku...!!!
Sabtu, 19 April 2008
Hhhh...ada masalah sama Etos Bandung. Masalah penting!
Masalah kebersamaan. Aku ngerasa gak ada lagi kebersamaan di asrama Etos Bandung.
Yah...meskipun mereka sering nonton TV bareng, ngetawain para kontestan Indonesian Idol atau Madam Ivan di acara Super Mama,
mereka tetep gak punya kebersamaan.
Dari mana aku tahu???
Gampang aja, dalam diri -hati tepatnya- Etoser Bandung, gak ada yang namanya EMPATI.
Treat people like people!!! But they did'nt do that...
I'm not generelized the situation, but...
Ada pepatah bilang, "Nila setitik, rusak susu sebelanga"
Apa yang udah dilakukan supervisor _K'Fatur ect.-??? Banyak!!!
Halaqah pagi, yang diadain buat sarana curhat dan lain2...
Mereka gak pernah datang.
Pembinaan, yang diadain tiap minggu dan ngluarin biaya seratus rebu...
Mereka juga gak pada datang.
Ngadain Night Gathering, yang dijadiin sarana buat nyelesein masalah...
Ada juga alesan mereka gak mau datang.
Rasanya dulu waktu jamannya etoser 2004, supervisornya gak terlalu banyak ngangkat masalah kebersamaan,
tapi kami masih bisa merasakan kebersamaan itu,
kami masih bisa merasakan empati itu...
Yah gak munafik...di etoser 2004 juga pernah ada tragedi.
But, i hope that thing never happen again in the future...
Sooo...
Sebenernya sebagai supervisor, aku gak terlalu care tentang kebersmaan etoser.
Gak ada tuh di jobdesk supervisor yang nyuruh, "Tugas Supervisor: Menjaga Kebersamaan!!!"
Mereka mau bersama atau gak...pengaruhnya ke aku??? Nothing...
Live still going on, dude...
Kenapa aku harus peduli dengan kebersamaan mereka, sementara mereka sendiri gak peduli???
But...i have a fundamental thinking.
Aku punya prinsip.
Pekerjaan apa pun yang aku ambil, aku harus menyelesaikannya dengan hasil yang terbaik!!!
Dimana pun aku berada, aku harus bisa bermanfaat buat orang lain!!!
Dimanapun aku menjadi pemimpin, aku harus bisa membawa bawahanku menjadi orang yang berhasil!!!
So,aku gak akan membiarkan keadaan ini terus berlarut2...
Pernah seorang senior bilang, "Wahyu jadi supervisor ya??? Percayalah sama wahyu...Bikinlah sejarah di Etos!!!"
Dan sampe sekarang, aku selalu kepikiran kata2nya itu.
At least...menumbuhkan lagi kesenangan saat memiliki saudara se-asrama
Paling tidak menumbuhkan lagi rasa empati di tiap-tiap hati etoser...
Please...gimme an advice to reach it...
Hhhh...ada masalah sama Etos Bandung. Masalah penting!
Masalah kebersamaan. Aku ngerasa gak ada lagi kebersamaan di asrama Etos Bandung.
Yah...meskipun mereka sering nonton TV bareng, ngetawain para kontestan Indonesian Idol atau Madam Ivan di acara Super Mama,
mereka tetep gak punya kebersamaan.
Dari mana aku tahu???
Gampang aja, dalam diri -hati tepatnya- Etoser Bandung, gak ada yang namanya EMPATI.
Treat people like people!!! But they did'nt do that...
I'm not generelized the situation, but...
Ada pepatah bilang, "Nila setitik, rusak susu sebelanga"
Apa yang udah dilakukan supervisor _K'Fatur ect.-??? Banyak!!!
Halaqah pagi, yang diadain buat sarana curhat dan lain2...
Mereka gak pernah datang.
Pembinaan, yang diadain tiap minggu dan ngluarin biaya seratus rebu...
Mereka juga gak pada datang.
Ngadain Night Gathering, yang dijadiin sarana buat nyelesein masalah...
Ada juga alesan mereka gak mau datang.
Rasanya dulu waktu jamannya etoser 2004, supervisornya gak terlalu banyak ngangkat masalah kebersamaan,
tapi kami masih bisa merasakan kebersamaan itu,
kami masih bisa merasakan empati itu...
Yah gak munafik...di etoser 2004 juga pernah ada tragedi.
But, i hope that thing never happen again in the future...
Sooo...
Sebenernya sebagai supervisor, aku gak terlalu care tentang kebersmaan etoser.
Gak ada tuh di jobdesk supervisor yang nyuruh, "Tugas Supervisor: Menjaga Kebersamaan!!!"
Mereka mau bersama atau gak...pengaruhnya ke aku??? Nothing...
Live still going on, dude...
Kenapa aku harus peduli dengan kebersamaan mereka, sementara mereka sendiri gak peduli???
But...i have a fundamental thinking.
Aku punya prinsip.
Pekerjaan apa pun yang aku ambil, aku harus menyelesaikannya dengan hasil yang terbaik!!!
Dimana pun aku berada, aku harus bisa bermanfaat buat orang lain!!!
Dimanapun aku menjadi pemimpin, aku harus bisa membawa bawahanku menjadi orang yang berhasil!!!
So,aku gak akan membiarkan keadaan ini terus berlarut2...
Pernah seorang senior bilang, "Wahyu jadi supervisor ya??? Percayalah sama wahyu...Bikinlah sejarah di Etos!!!"
Dan sampe sekarang, aku selalu kepikiran kata2nya itu.
At least...menumbuhkan lagi kesenangan saat memiliki saudara se-asrama
Paling tidak menumbuhkan lagi rasa empati di tiap-tiap hati etoser...
Please...gimme an advice to reach it...
Kamis, 17 April 2008
"Lagi-lagi...Knapa sih gue??? "
Kamis, 17 April 2008
Hehehe...posting lagi...mumpung lagi gak ada kerjaan...
Duuuhhh...kenapa ya???
Padahal dia udah jadi istri orang, tapi kalo aku ketemu sama dia aku mengkerut...
Takut...ato malu...???
Gak tau deh...aku jadi kikuk aja. Serba salah...serba gak enak.
Padahal, dianya juga gak ngerasain apa-apa kayaknya...
Heeuuuhhh,,,dasar, kamu aja yang terlalu banyak anggapan.
Ya sih, aku nganggep dia itu kan udah jadi istri orang, jadi gak boleh sembarangan ngobrol sama dia. Ntar suaminya marah lagi...
Tiap kali aku ketemu, pasti sempet ketemu mata dulu. Deeuuhhh...gak enak bener2 dah!!!
*&@*!)*!)~*@&&^%
Cepatlah Menikah!!! =D
Hehehe...posting lagi...mumpung lagi gak ada kerjaan...
Duuuhhh...kenapa ya???
Padahal dia udah jadi istri orang, tapi kalo aku ketemu sama dia aku mengkerut...
Takut...ato malu...???
Gak tau deh...aku jadi kikuk aja. Serba salah...serba gak enak.
Padahal, dianya juga gak ngerasain apa-apa kayaknya...
Heeuuuhhh,,,dasar, kamu aja yang terlalu banyak anggapan.
Ya sih, aku nganggep dia itu kan udah jadi istri orang, jadi gak boleh sembarangan ngobrol sama dia. Ntar suaminya marah lagi...
Tiap kali aku ketemu, pasti sempet ketemu mata dulu. Deeuuhhh...gak enak bener2 dah!!!
*&@*!)*!)~*@&&^%
Cepatlah Menikah!!! =D
"Pengalaman Pertama...Gak enak!!!"
Kamis, 17 April 2008
Yang namanya pengalaman pertama, pasti bikin deg-deg serrr...muka pucet...lidah pait...de el el yang gak enak2...
Begini lah yang aku rasain waktu pertama kali "akan" memasukkan application form buat nglamar kerja. Yah...walopun masih kuliah, pengennya udah dapet tempat kerja bgitu lulus.
Padahal aku pede banget sama skill komunikasiku...meskipun begitu, aku masih punya perasaan gak pede dengan apa yang aku tulis di Curriculum Vitae.
But...this is a wall that i have to break!!! Aku harus bisa ngedobrak tembok tantangan yang menghadang di depanku.
Banyak2 ikutan tes-tes kerja. Di perusahaan yang ecek2 juga gak papa. Yang penting, I can Feel the atmosphere...and as soon as possible, aku akan terbiasa dengan yang namanya seleksi kerja dan wawancara...
Chevron...ato Pertamina??? Yang mana aja deh...
Yang penting bisa hidup cukup...
Cukup buat beli mobil...hohohoho =D
Hoy..Jangan lupa sama idealisme-mu...!!!!
Insya Allah...enggak...
Yang namanya pengalaman pertama, pasti bikin deg-deg serrr...muka pucet...lidah pait...de el el yang gak enak2...
Begini lah yang aku rasain waktu pertama kali "akan" memasukkan application form buat nglamar kerja. Yah...walopun masih kuliah, pengennya udah dapet tempat kerja bgitu lulus.
Padahal aku pede banget sama skill komunikasiku...meskipun begitu, aku masih punya perasaan gak pede dengan apa yang aku tulis di Curriculum Vitae.
But...this is a wall that i have to break!!! Aku harus bisa ngedobrak tembok tantangan yang menghadang di depanku.
Banyak2 ikutan tes-tes kerja. Di perusahaan yang ecek2 juga gak papa. Yang penting, I can Feel the atmosphere...and as soon as possible, aku akan terbiasa dengan yang namanya seleksi kerja dan wawancara...
Chevron...ato Pertamina??? Yang mana aja deh...
Yang penting bisa hidup cukup...
Cukup buat beli mobil...hohohoho =D
Hoy..Jangan lupa sama idealisme-mu...!!!!
Insya Allah...enggak...
EUFORIA: FUTSAL, KEJUTAN, DAN KEKOMPAKAN
Ah, ah…pusing, pusing…hah…hah…mana???mana bo...???. DUUUUNGGG!!! Tiba-tiba, aku merasakan bagian kanan wajahku sampai ke telinga seperti disambar petir. Aku pun jatuh berdebam keras ke lantai ubin. Kepalaku makin pusing. Telingaku berdenging. Wajahku seperti terbakar. Tangan kiriku meremas dadaku yang terasa semakin sempit. Sedangkan tangan kananku terangkat seperti hendak meraih langit. Meraih impian yang belum aku capai.
Hah, hah…apakah aku akan mati di sini??? Oh, tidak…mataku berkunang-kunang…aku sekarat! Bapak…Ibu…Maafkan aku, maafkan anakmu yang belum membahagiakanmu…Maafkan aku sahabat-sahabatku…tolong bayarin utang-utangku setelah aku tiada…Ah…ah…Ga, gawat!
* * *
Sabtu, 5 Januari 2008…
Siang itu aku begitu bersemangat. Kenapa? Karena aku akan bertarung habis-habisan. Setelah hidup kembali menunjukkan kejutannya padaku kemarin dengan tidak memberikan apa yang kuingikan, aku akan melampiaskan segala rasa yang berkecamuk di hati pada satu benda. Ya, benda istimewa yang tidak bersudut. BOLAAAAAA….!!!
Malam nanti, aku dan sahabat-sahabatku di Asrama Beastudi ETOS akan bertanding futsal indoor di salah satu tempat di jalan Dago. It's great you know! Sudah lama aku tidak olahraga. Badanku sudah kaku-kaku.
Dari kemarin, aku telah belajar bahwa hidup itu sulit ditebak. Tapi aku masih penasaran untuk menebak hidup. Kali ini ada di lapangan futsal. Dari siang, aku membayangkan akan mengiring bola, meliuk-liuk seperti Lionel Messi, melewati tiga sampai empat orang, dan merobek gawang musuh dengan satu tendangan spektakuler. Kemudian, aku akan melakukan celebrating goal ala Zlatan Ibrahimovic. Hemmm…Kereeeeeen.
Malam minggu, jam tujuh…
Tibalah saatnya aku turun ke lapangan. Merealisasikan bayanganku yang luar biasa itu. Kami berlima belas dibagi menjadi tiga tim. Aku pertama kali main. PRIIIITTTT!!!. Bola pun melayang setelah ditendang Beni. Aku terpacu untuk menguber Si Bola. Dengan semangat 45, aku berlari-lari mengikuti kemana bola menggelinding seperti banteng murka dihadapan matador.
Tiga menit berlalu. Aaaahhhh…dadaku serasa diinjak gajah bunting. Sulit sekali menarik napas. Sepertinya paru-paruku menciut. Otot kakiku lemas dan sudah tidak mau menuruti perintahku. Aku tewas. Sambil tetap berlari-lari sempoyongan, aku tetap mengincar Si Kulit Bundar. Dan, DUUUUNNGGGG…dicari-cari susah, ternyata datang sendiri. Hanya saja datangnya bukan di tempat yang aku kira. Si Bola datang padaku bagai petir menyambar di bagian kanan wajahku. Mampus gueeee….
* * *
Satu jam berlalu. Pertandingan pun selesai. Aku ngos-ngosan. Lemas, pusing, bermandikan keringat, dan BAU!!. Ternyata, hidup menunjukkan lagi kejutannya. Tebakanku tentang apa yang akan terjadi beberapa jam ke depan ternyata salah. Tapi aku masih tetap penasaran untuk menebak arah hidup. Just positive thinking! Di bidang sepak bola, mungkin aku hanya berbakat sebagai penonton dan komentator yang mencaci-maki pemain yang salah oper. Tapi, aku masih punya Basket. Aku yakin mampu di bidang itu,,,So, what's the matter uncertainty of life? Justru ini yang membuat hidupku jadi seru.
* * *
Cerita masih belum usai. Setelah selesai bertarung, kami hendak kembali ke peraduan. Tim dibagi dua kelompok. Aku ikut kelompok pertama dan turun ke lantai satu dengan menggunakan lift. Ya, dasarnya orang-orang desa, katrok, mau ke lantai satu harus muter-muter dulu ke basement, dan tersasar di tempat Biliard.
Kami bingung. Mau bertanya, malu. Akhirnya, aku menebalkan kulit wajahku dan bertanya ke salah satu petugas, "Kang, kalau tangga di mana ya?". Ternyata kita harus menembus ruang biliard. Ruangan itu berisi orang-orang yang berpenampilan gaul. Pria-wanita yang nungging-nungging di atas meja berwarna biru untuk menyodok bola yang ada di atasnya.
Kami pun melangkah cepat sambil menundukkan kepala. Kami tahu diri. Dengan penampilan compang-camping seperti baru pulang dari perang Irak seperti ini, mana bisa mengumbar senyum ke sekliling kami. Setelah di dalam angkot, aku melihat sesuatu yang lebih memalukan. Ternyata, selagi kami berjalan melewati ruang Biliard, supervisor kami tidak mengenakan alas kaki alias Nyeker men…Ternyata supervisor kami superkatrok. Tawa kami pun meledak. Dasar wong ndeso, rusak bener deh…
* * *
Angkot pun membawa kami ke asrama. Sampai di perempatan Simpang Dago, ternyata ada kejutan lain. Dalam keheningan karena kami kelelahan, Kang Irwan berkata, "Eh, eh…itu di mobil belakang teh Didi Petet ya???". Sontak kami semua bengun dari duduk kami, ribut melihat ke belakang. Ternyata benar. Itu Didi Petet, Si Kabayan yang naik mobil SUV-kalau tidak salah. Setelah itu, aku baru tahu ternyata anak-anak ETOS Bandung katrok semua. Setelah tahu ada Didi Petet, mereka terus melihat ke belakang. Bahkan ada yang mengangkat tangan dengan pose piece. Ada juga yang melambaikan tangan. Aduuuhhh…
Kemudian seorang pengamen mengahmpiri kami. "Kang, kang…di mobil belakang aja…Didi Petet tuh, beneran! Artis", kata Ali ke Akang pengamen. Akhirnya dia mengamen di mobil belakang, dan BRAVO! Si Akang pengamen dikasih duit sama Didi Petet. Gak cuma receh lagi. Lalu Si Akang pengamen mengangkat kedua jempolnya ke arah kami dan sontak kami pun ribut bertepuk tangan.
Lampu lalu lintas pun hijau, dan angkot kami berjalan lagi. Begitu juga dengan mobilnya Kang Didi Petet. Kami menantikan saat-saat mobilnya Kang Didi menyalip angkot kami. Ketika saat itu terjadi, serentak kami berlima belas berteriak sambil melambaikan tangan, "AKHIRNYA DATANG JUGAAA...". Lalu bertepuk tangan sambil cengengesan. Keributan yang kami buat ternyata menyita perhatian beberapa muda-mudi yang sedang jajan di pinggiran jalan. Dasar katrok…Pasti Kang Didi bilang gini dalem hati, "Ni anak-anak, pada ngapain sih ngeliatin terus, pake ketawa-ketiwi segala lagi…Kampung pisan".
Yah, itu lah kami. Larut dalam euforia kekompakan yang luar biasa. Tidak memandang angkatan atau universitas mana. Kami tersenyum bersama, bercanda bersama, susah pun bersama. Tidak peduli orang bilang apa. Kami adalah satu komunitas keren edan yang bernama ETOS BANDUNG. No matter what they say! We'll ready to face the challenge!!!!
By
Wahyu_theNovelist_Etoser Bandung 2004
Hah, hah…apakah aku akan mati di sini??? Oh, tidak…mataku berkunang-kunang…aku sekarat! Bapak…Ibu…Maafkan aku, maafkan anakmu yang belum membahagiakanmu…Maafkan aku sahabat-sahabatku…tolong bayarin utang-utangku setelah aku tiada…Ah…ah…Ga, gawat!
* * *
Sabtu, 5 Januari 2008…
Siang itu aku begitu bersemangat. Kenapa? Karena aku akan bertarung habis-habisan. Setelah hidup kembali menunjukkan kejutannya padaku kemarin dengan tidak memberikan apa yang kuingikan, aku akan melampiaskan segala rasa yang berkecamuk di hati pada satu benda. Ya, benda istimewa yang tidak bersudut. BOLAAAAAA….!!!
Malam nanti, aku dan sahabat-sahabatku di Asrama Beastudi ETOS akan bertanding futsal indoor di salah satu tempat di jalan Dago. It's great you know! Sudah lama aku tidak olahraga. Badanku sudah kaku-kaku.
Dari kemarin, aku telah belajar bahwa hidup itu sulit ditebak. Tapi aku masih penasaran untuk menebak hidup. Kali ini ada di lapangan futsal. Dari siang, aku membayangkan akan mengiring bola, meliuk-liuk seperti Lionel Messi, melewati tiga sampai empat orang, dan merobek gawang musuh dengan satu tendangan spektakuler. Kemudian, aku akan melakukan celebrating goal ala Zlatan Ibrahimovic. Hemmm…Kereeeeeen.
Malam minggu, jam tujuh…
Tibalah saatnya aku turun ke lapangan. Merealisasikan bayanganku yang luar biasa itu. Kami berlima belas dibagi menjadi tiga tim. Aku pertama kali main. PRIIIITTTT!!!. Bola pun melayang setelah ditendang Beni. Aku terpacu untuk menguber Si Bola. Dengan semangat 45, aku berlari-lari mengikuti kemana bola menggelinding seperti banteng murka dihadapan matador.
Tiga menit berlalu. Aaaahhhh…dadaku serasa diinjak gajah bunting. Sulit sekali menarik napas. Sepertinya paru-paruku menciut. Otot kakiku lemas dan sudah tidak mau menuruti perintahku. Aku tewas. Sambil tetap berlari-lari sempoyongan, aku tetap mengincar Si Kulit Bundar. Dan, DUUUUNNGGGG…dicari-cari susah, ternyata datang sendiri. Hanya saja datangnya bukan di tempat yang aku kira. Si Bola datang padaku bagai petir menyambar di bagian kanan wajahku. Mampus gueeee….
* * *
Satu jam berlalu. Pertandingan pun selesai. Aku ngos-ngosan. Lemas, pusing, bermandikan keringat, dan BAU!!. Ternyata, hidup menunjukkan lagi kejutannya. Tebakanku tentang apa yang akan terjadi beberapa jam ke depan ternyata salah. Tapi aku masih tetap penasaran untuk menebak arah hidup. Just positive thinking! Di bidang sepak bola, mungkin aku hanya berbakat sebagai penonton dan komentator yang mencaci-maki pemain yang salah oper. Tapi, aku masih punya Basket. Aku yakin mampu di bidang itu,,,So, what's the matter uncertainty of life? Justru ini yang membuat hidupku jadi seru.
* * *
Cerita masih belum usai. Setelah selesai bertarung, kami hendak kembali ke peraduan. Tim dibagi dua kelompok. Aku ikut kelompok pertama dan turun ke lantai satu dengan menggunakan lift. Ya, dasarnya orang-orang desa, katrok, mau ke lantai satu harus muter-muter dulu ke basement, dan tersasar di tempat Biliard.
Kami bingung. Mau bertanya, malu. Akhirnya, aku menebalkan kulit wajahku dan bertanya ke salah satu petugas, "Kang, kalau tangga di mana ya?". Ternyata kita harus menembus ruang biliard. Ruangan itu berisi orang-orang yang berpenampilan gaul. Pria-wanita yang nungging-nungging di atas meja berwarna biru untuk menyodok bola yang ada di atasnya.
Kami pun melangkah cepat sambil menundukkan kepala. Kami tahu diri. Dengan penampilan compang-camping seperti baru pulang dari perang Irak seperti ini, mana bisa mengumbar senyum ke sekliling kami. Setelah di dalam angkot, aku melihat sesuatu yang lebih memalukan. Ternyata, selagi kami berjalan melewati ruang Biliard, supervisor kami tidak mengenakan alas kaki alias Nyeker men…Ternyata supervisor kami superkatrok. Tawa kami pun meledak. Dasar wong ndeso, rusak bener deh…
* * *
Angkot pun membawa kami ke asrama. Sampai di perempatan Simpang Dago, ternyata ada kejutan lain. Dalam keheningan karena kami kelelahan, Kang Irwan berkata, "Eh, eh…itu di mobil belakang teh Didi Petet ya???". Sontak kami semua bengun dari duduk kami, ribut melihat ke belakang. Ternyata benar. Itu Didi Petet, Si Kabayan yang naik mobil SUV-kalau tidak salah. Setelah itu, aku baru tahu ternyata anak-anak ETOS Bandung katrok semua. Setelah tahu ada Didi Petet, mereka terus melihat ke belakang. Bahkan ada yang mengangkat tangan dengan pose piece. Ada juga yang melambaikan tangan. Aduuuhhh…
Kemudian seorang pengamen mengahmpiri kami. "Kang, kang…di mobil belakang aja…Didi Petet tuh, beneran! Artis", kata Ali ke Akang pengamen. Akhirnya dia mengamen di mobil belakang, dan BRAVO! Si Akang pengamen dikasih duit sama Didi Petet. Gak cuma receh lagi. Lalu Si Akang pengamen mengangkat kedua jempolnya ke arah kami dan sontak kami pun ribut bertepuk tangan.
Lampu lalu lintas pun hijau, dan angkot kami berjalan lagi. Begitu juga dengan mobilnya Kang Didi Petet. Kami menantikan saat-saat mobilnya Kang Didi menyalip angkot kami. Ketika saat itu terjadi, serentak kami berlima belas berteriak sambil melambaikan tangan, "AKHIRNYA DATANG JUGAAA...". Lalu bertepuk tangan sambil cengengesan. Keributan yang kami buat ternyata menyita perhatian beberapa muda-mudi yang sedang jajan di pinggiran jalan. Dasar katrok…Pasti Kang Didi bilang gini dalem hati, "Ni anak-anak, pada ngapain sih ngeliatin terus, pake ketawa-ketiwi segala lagi…Kampung pisan".
Yah, itu lah kami. Larut dalam euforia kekompakan yang luar biasa. Tidak memandang angkatan atau universitas mana. Kami tersenyum bersama, bercanda bersama, susah pun bersama. Tidak peduli orang bilang apa. Kami adalah satu komunitas keren edan yang bernama ETOS BANDUNG. No matter what they say! We'll ready to face the challenge!!!!
By
Wahyu_theNovelist_Etoser Bandung 2004
"PilGub...Rame Euuyyy...Nyoblos Dooong!!"
Senin, 14 April 2008
"Warga negara yang baik adalah seseorang yang menjalankan hak dan kewajibannya dengan baik".
Setidaknya itu yang udah aku lakukan kemarin, waktu diadain Pemilihan Gubernur Jawa Barat.
Aku udah bersusah payah untuk datang ke TPS -Tempat Pemungutan Suara- yang jaraknya 5 kilo dari tempatku tinggal,
dengan niat untuk menggunakan hak suaraku sebagai warga Jabar.
Sesampai di TPS, aku diberitahu kalau aku tidak diperkenankan untuk "Nyobloss" karena tidak didaftarkan di sana.
Gemana perasaanku...???
Emmm...biasa aja...tapi, kesel juga.
Biasa aja karena selama ini aku tidak pernah begitu merasakan dampak atau kontribusi yang diberikan pemerintah Jabar.
Aku merasa tidak begitu peduli siapa pun yang nanti jadi Gubernur. Seperti kebanyakan orang, aku sudah beranggapan bahwa para Cagub itu, "lain waktu kampanye, lain waktu menjabat".
Waktu kamanye janji ini-itu, begini-begitu...setelah duduk di kantor Gubernur sebagai pemimpin Jabar, setelah nerima duit dan dana kampanye udah balik semua -balik modal-, mereka tinggal membesarkan perut saja. Lupa dengan janji-janjinya.
Apa yang aku dan warga Jabar lainnya rasain??? Gak ada...gak efek perubahan yang signifikan, kecuali harga-harga yang terus naek.
Jadi, sebenarnya aku juga gak salah kalo ngerasa gak peduli siapa pun yang nanti jadi Gubernur.
Tapi, tapi, tapi...Rasulullah pernah memerintahkan kita, sebagai umat muslim untuk memilih pemimpin yang baik.
Karena hidup dan hancurnya sebuah komuitas ditentukan oleh pemimpin komunitas itu.
Sebuah tanggung jawab moral buatku untuk memilih pemimpin yang baik. Setidaknya, yang terbaik dari yang buruk, karena di negara ini, kayaknya belum ada orang yang bisa jadi pemimpin yang baik.
Ini dari pengalaman kemarin juga, gara-gara aku gak sempet milih di Pemilu KM-ITB, akhirnya Kemahasiswaan ITB dipimpin perempuan.
Gak masalah juga sih, tapi aku merasa kalo calon yang lain itu lebih baik.
Dan sekarang, di Pemilihan Gubernur Jabar, aku gak ingin kejadian di ITB terulang lagi.
Dari kampanye-kampanye kemaren, yang aku lihat cukup bagus untuk memimpin Jabar -menurutku-, hanya satu calon saja, yaitu HaDe dari PKS dan PAN.
Kampanye-kampanye mereka cukup bagus dengan banyak melibatkan kegiatan-kegiatan sosial.
Tidak seperti calon lain yang kampanye pake Nita Thalia, ato cewek-cewek berbaju minim.
Hiiii...masak aku dipimpin sama orang kayak gitu.
Akhirnya, dengan bulat hati, aku bertekad untuk memilih dan menggunakan hak suaraku.
Tapi, apa mau dikata. Aku sudah berniat dan take action, namun niatku tidak terlaksana.
Setelah sampe di asrama-tempatku tinggal- aku nonton TV, tepatnya TV One dan Metro, ternyata pilihanku unggul dalam perhitungan suara.
Masih Quick Round sih, tapi itu sudah menggambarkan bagaimana masyarakat memandang calon pemimpinnya.
Memperlihatkan bagaimana masyarakat ingin suasana baru dengan wajah baru yang memimpin Jabar.
Walopun aku orang asli berdarah Jawa tengah, tapi aku lahir dan besar di Jabar.
Demi Jabar yang lebih baik, semoga pemimpin yang terbaik akhlaknya yang memimpin Jabar.
Kata Da'i, kalo pengen Aman, pilih HaDe....=D
"Warga negara yang baik adalah seseorang yang menjalankan hak dan kewajibannya dengan baik".
Setidaknya itu yang udah aku lakukan kemarin, waktu diadain Pemilihan Gubernur Jawa Barat.
Aku udah bersusah payah untuk datang ke TPS -Tempat Pemungutan Suara- yang jaraknya 5 kilo dari tempatku tinggal,
dengan niat untuk menggunakan hak suaraku sebagai warga Jabar.
Sesampai di TPS, aku diberitahu kalau aku tidak diperkenankan untuk "Nyobloss" karena tidak didaftarkan di sana.
Gemana perasaanku...???
Emmm...biasa aja...tapi, kesel juga.
Biasa aja karena selama ini aku tidak pernah begitu merasakan dampak atau kontribusi yang diberikan pemerintah Jabar.
Aku merasa tidak begitu peduli siapa pun yang nanti jadi Gubernur. Seperti kebanyakan orang, aku sudah beranggapan bahwa para Cagub itu, "lain waktu kampanye, lain waktu menjabat".
Waktu kamanye janji ini-itu, begini-begitu...setelah duduk di kantor Gubernur sebagai pemimpin Jabar, setelah nerima duit dan dana kampanye udah balik semua -balik modal-, mereka tinggal membesarkan perut saja. Lupa dengan janji-janjinya.
Apa yang aku dan warga Jabar lainnya rasain??? Gak ada...gak efek perubahan yang signifikan, kecuali harga-harga yang terus naek.
Jadi, sebenarnya aku juga gak salah kalo ngerasa gak peduli siapa pun yang nanti jadi Gubernur.
Tapi, tapi, tapi...Rasulullah pernah memerintahkan kita, sebagai umat muslim untuk memilih pemimpin yang baik.
Karena hidup dan hancurnya sebuah komuitas ditentukan oleh pemimpin komunitas itu.
Sebuah tanggung jawab moral buatku untuk memilih pemimpin yang baik. Setidaknya, yang terbaik dari yang buruk, karena di negara ini, kayaknya belum ada orang yang bisa jadi pemimpin yang baik.
Ini dari pengalaman kemarin juga, gara-gara aku gak sempet milih di Pemilu KM-ITB, akhirnya Kemahasiswaan ITB dipimpin perempuan.
Gak masalah juga sih, tapi aku merasa kalo calon yang lain itu lebih baik.
Dan sekarang, di Pemilihan Gubernur Jabar, aku gak ingin kejadian di ITB terulang lagi.
Dari kampanye-kampanye kemaren, yang aku lihat cukup bagus untuk memimpin Jabar -menurutku-, hanya satu calon saja, yaitu HaDe dari PKS dan PAN.
Kampanye-kampanye mereka cukup bagus dengan banyak melibatkan kegiatan-kegiatan sosial.
Tidak seperti calon lain yang kampanye pake Nita Thalia, ato cewek-cewek berbaju minim.
Hiiii...masak aku dipimpin sama orang kayak gitu.
Akhirnya, dengan bulat hati, aku bertekad untuk memilih dan menggunakan hak suaraku.
Tapi, apa mau dikata. Aku sudah berniat dan take action, namun niatku tidak terlaksana.
Setelah sampe di asrama-tempatku tinggal- aku nonton TV, tepatnya TV One dan Metro, ternyata pilihanku unggul dalam perhitungan suara.
Masih Quick Round sih, tapi itu sudah menggambarkan bagaimana masyarakat memandang calon pemimpinnya.
Memperlihatkan bagaimana masyarakat ingin suasana baru dengan wajah baru yang memimpin Jabar.
Walopun aku orang asli berdarah Jawa tengah, tapi aku lahir dan besar di Jabar.
Demi Jabar yang lebih baik, semoga pemimpin yang terbaik akhlaknya yang memimpin Jabar.
Kata Da'i, kalo pengen Aman, pilih HaDe....=D
"Si Sweter Pink...Huhuhuhu...I'm still young, man!!!"
Sabtu, 12 April 2008
Hari ini, pertama kalinya lagi aku lari di Sabuga setelah sebulan belakangan ini ditelan badai Rancang Pabrik.
Lumayan, baru empat keliling tapi full speed, sekitar 4-5 menitan. Aku mulai lari lagi karena punggungku mulai sakit-sakit. Trus mulai gampang capek.
Selain itu, kemaren juga ditanyain sama Pak Tri-dosenku di Tekim- apa aku suka olahraga gak...
Ya aku bilang suka banget...sepak bola, basket, lari, all sports kecuali renang. I hate swimming!!!
Akhirnya, aku memutuskan untuk lari di Sabtu pagi, karena lagi agak longgar juga waktunya.
Aku akui...cieee...kayak lirik lagu, hehehehe...
Selain karena mau olahraga, aku ke Sabuga juga mau ngeceng-ngeceng, ngliatin perempuan berkerudung yang cakep-cakep-yang lari sendirian atau sama ibunya, hhehehe...kalo yang lari sama cowok mah males ngliatinnya juga-, olahraga dan olah hati =D.
Dan ternyata, waktu aku lagi pemanasan, yang ditunggu-tunggu dateng. Sepasang ibu dan anak yang kompak pake sweter pink, kerudung praktis warna pink dan celana trening biru dongker.
Beeeuuu...yang aku liat anaknya loh -selanjutnya disebut "Si Sweter Pink", rasanya mukanya itu familiar...-alah sok kenal =D.
Aku akui lagi...halah...Si Sweter Pink tuh cantik wuoy...keliatannya sekitaran anak SMA kelas 3 ato mahasiswa tingkat 1.
Pas aku lagi nunduk-nunduk waktu stretching kaki, tak ku sengaja aku melihatnya melirik ke arahku dan kamipu beradu pandang...Huhuuuuyyy...
Dengan cool-nya aku mengalihkan pandanganku ke kakiku-begonya...- dan Si Sweter Pink pun kembali ngobrol sama ibunya.
Akhirnya, selama aku lari keliling lintasan lari di Sabuga, yang aku perhatiin cuma "Si Sweter Pink dimana ya???"
Kalo pas dia ada di depanku, aku salip dia berharap dia berkata dalam hati, "Eh, itu tadi cowok yang pake sweter abu-abu, sporty banget..." -mauuuunyeeee... =D-
Waktu aku selesai lari pun, aku duduk di samping lintasan sambil minum Pocari Sweat, sambil merhatiin Si Sweter Pink lari...
Aduuuhhh...ngliatinnya aja persaan gemanaaaa gitu...hehehe
Pengen kenalan, cuma belum dapet kesempatan. Padahal kalo mau, aku sendiri yang mestinya bikin kesempatan.
Cuma aku terlalu gengsi euy. Masak cowok harus centil gara-gara pengen kenalan sama cewewk doang.
Akhirnya, aku hanya memandangnya dari jauh aja.
Sekitar lima menit aku cuma bengong di pinggir lintasan. Akhirnya, aku bergumam dalam hatiku, "Percuma wuoy...sia-sia kamu duduk di sini terus. Kamu juga gak bakalan ngedeketin dia koq atau malah kenalan. Tar aja, kalo jodoh, sabtu depan bakal ketemu lagi"
Akhirnya, aku memlih pulang karena kepikiran tugas Rancang Pabrik yang blon beres.
Dan dalam hati, aku berkata,"Pink...mpe ketemu lagi yak...laen kali semoga ada kesempatan buatku"
Heuleeeuuuuhhh...inget umur wuuoooyyy...hahahahahaha
Kisah di atas adalah kisah nyata yang ditambah-tambahin biar bagus...=D
Hari ini, pertama kalinya lagi aku lari di Sabuga setelah sebulan belakangan ini ditelan badai Rancang Pabrik.
Lumayan, baru empat keliling tapi full speed, sekitar 4-5 menitan. Aku mulai lari lagi karena punggungku mulai sakit-sakit. Trus mulai gampang capek.
Selain itu, kemaren juga ditanyain sama Pak Tri-dosenku di Tekim- apa aku suka olahraga gak...
Ya aku bilang suka banget...sepak bola, basket, lari, all sports kecuali renang. I hate swimming!!!
Akhirnya, aku memutuskan untuk lari di Sabtu pagi, karena lagi agak longgar juga waktunya.
Aku akui...cieee...kayak lirik lagu, hehehehe...
Selain karena mau olahraga, aku ke Sabuga juga mau ngeceng-ngeceng, ngliatin perempuan berkerudung yang cakep-cakep-yang lari sendirian atau sama ibunya, hhehehe...kalo yang lari sama cowok mah males ngliatinnya juga-, olahraga dan olah hati =D.
Dan ternyata, waktu aku lagi pemanasan, yang ditunggu-tunggu dateng. Sepasang ibu dan anak yang kompak pake sweter pink, kerudung praktis warna pink dan celana trening biru dongker.
Beeeuuu...yang aku liat anaknya loh -selanjutnya disebut "Si Sweter Pink", rasanya mukanya itu familiar...-alah sok kenal =D.
Aku akui lagi...halah...Si Sweter Pink tuh cantik wuoy...keliatannya sekitaran anak SMA kelas 3 ato mahasiswa tingkat 1.
Pas aku lagi nunduk-nunduk waktu stretching kaki, tak ku sengaja aku melihatnya melirik ke arahku dan kamipu beradu pandang...Huhuuuuyyy...
Dengan cool-nya aku mengalihkan pandanganku ke kakiku-begonya...- dan Si Sweter Pink pun kembali ngobrol sama ibunya.
Akhirnya, selama aku lari keliling lintasan lari di Sabuga, yang aku perhatiin cuma "Si Sweter Pink dimana ya???"
Kalo pas dia ada di depanku, aku salip dia berharap dia berkata dalam hati, "Eh, itu tadi cowok yang pake sweter abu-abu, sporty banget..." -mauuuunyeeee... =D-
Waktu aku selesai lari pun, aku duduk di samping lintasan sambil minum Pocari Sweat, sambil merhatiin Si Sweter Pink lari...
Aduuuhhh...ngliatinnya aja persaan gemanaaaa gitu...hehehe
Pengen kenalan, cuma belum dapet kesempatan. Padahal kalo mau, aku sendiri yang mestinya bikin kesempatan.
Cuma aku terlalu gengsi euy. Masak cowok harus centil gara-gara pengen kenalan sama cewewk doang.
Akhirnya, aku hanya memandangnya dari jauh aja.
Sekitar lima menit aku cuma bengong di pinggir lintasan. Akhirnya, aku bergumam dalam hatiku, "Percuma wuoy...sia-sia kamu duduk di sini terus. Kamu juga gak bakalan ngedeketin dia koq atau malah kenalan. Tar aja, kalo jodoh, sabtu depan bakal ketemu lagi"
Akhirnya, aku memlih pulang karena kepikiran tugas Rancang Pabrik yang blon beres.
Dan dalam hati, aku berkata,"Pink...mpe ketemu lagi yak...laen kali semoga ada kesempatan buatku"
Heuleeeuuuuhhh...inget umur wuuoooyyy...hahahahahaha
Kisah di atas adalah kisah nyata yang ditambah-tambahin biar bagus...=D
Selasa, 08 April 2008
Akhir-akhir ini...Aku Sering Lupa
Uuuhhh...kacau bener belakangan ini. Entah karena terlalu sibuk atau terlalu sok sibuk, banyak banget yang aku lupa. Kemaren, Si Totong ngasihin bukti pembayaran SPP. Awalnya nggeletak di lante gara-gara aku ceroboh, aku ambil deh tuh sambil bergumam dalem hati "Bisi Si Totong ngambek". Eh...beberapa hari kemudian, aku kalang kabut nyariin itu bukti. Bener-bener ilang ingatan setelah itu.
Tau gak...aku kesel banget sama diriku sendiri. Akhirnya, dengan merasa bersalah aku minta lagi buktinya ke Totong. Padahal itu tanggung jawabku. Belum selang satu hari, kejadian yang sama hampir terulang lagi. Skarang Si Oki yang ngasihin bukti pembayaran SPP. Rabu siang aku terima tuh bukti, ehhh...tadi pagi aku kalang kabut lagi nyariin tuh bukti. Lupa lagi naronya di mana. Aku kesel lagi sama diriku sendiri. Aku tonjok-tonjok tembok, istighfar, narik napas dalem-dalem, sambil mikir, "What's wrong with me???"
Hhhh...aku memang sedang dalam masa transisi dari aktivitas lama, ke aktivitas baru yang tingkat kseulitannya baru. Manajemen waktu ku agak kacau...sampe-sampe tiap hari rasanya depresi gara-gara seabrek agenda yang mesti dijalanin. Gara-gara ini juga, aku mulai berubah kalo lagi kesel. Aku suka ngebanting apa pun yang aku pegang waktu itu.
Tapi, dari sini alku belajar, bahwa dikehidupan nyata, apalagi di dunia kerja, tekanannya pasti lebih berat dari ini. Yang harus aku lakukan sekarang adalah ngambil pelajaran dari semua kesulitan yang aku hadapi untuk bekal ke depan nanti.
Hhhuuuhhhh...Never Give Up!!! Keep Improve Your Self...
Tau gak...aku kesel banget sama diriku sendiri. Akhirnya, dengan merasa bersalah aku minta lagi buktinya ke Totong. Padahal itu tanggung jawabku. Belum selang satu hari, kejadian yang sama hampir terulang lagi. Skarang Si Oki yang ngasihin bukti pembayaran SPP. Rabu siang aku terima tuh bukti, ehhh...tadi pagi aku kalang kabut lagi nyariin tuh bukti. Lupa lagi naronya di mana. Aku kesel lagi sama diriku sendiri. Aku tonjok-tonjok tembok, istighfar, narik napas dalem-dalem, sambil mikir, "What's wrong with me???"
Hhhh...aku memang sedang dalam masa transisi dari aktivitas lama, ke aktivitas baru yang tingkat kseulitannya baru. Manajemen waktu ku agak kacau...sampe-sampe tiap hari rasanya depresi gara-gara seabrek agenda yang mesti dijalanin. Gara-gara ini juga, aku mulai berubah kalo lagi kesel. Aku suka ngebanting apa pun yang aku pegang waktu itu.
Tapi, dari sini alku belajar, bahwa dikehidupan nyata, apalagi di dunia kerja, tekanannya pasti lebih berat dari ini. Yang harus aku lakukan sekarang adalah ngambil pelajaran dari semua kesulitan yang aku hadapi untuk bekal ke depan nanti.
Hhhuuuhhhh...Never Give Up!!! Keep Improve Your Self...
Temen senang...Aku pun senang...
Selasa, 08 April 2oo8
Tak terasa, waktu telah membawaku hingga saat ini.
Tanpa menyadari bahwa sebentar lagi aku akan turun gunung dari perguruan menuju dunia nyata.
Bener-bener...
Pasti di luar sana akan lebih banyak lagi kesulitan yang menghadang.
Yak...tadi cuma cuap-cuapan awal. Sekarang berlanjut...
Kemarin, waktu aku buka sebuah hape, aku menemukan sesuatu yang sebenernya biasa aja, tapi karena orang yang ngelakuinna bener-bener gak disangka,
makanya jadi luar biasa.
sepertinya, dua sahabat yang ku hormati dan ku sayangi menjalin kedekatan yang istimewa.
Meski gak terbukti seratus persen...tapi dari esemes-nya bisa menunjukkan itu.
Yaah...aku kan udah berpengalaman sama yang kayak gitu.
Masa-masanya hati selalu berbunga-bunga dengan hanya membayangkan wajahnya saja.
Apalagi kalo di-esemes, ato ditelepon....
BBEEEEEUUUU
Hahaha...tapi saat ini, smuanya harus berjalan baik.
Aku dukung bener mreka berdua supaya cepet2 mengikat diri.
"Jangan lama2 mbak...laki-laki itu mudah berpaling hati...bner deh"
Tak terasa, waktu telah membawaku hingga saat ini.
Tanpa menyadari bahwa sebentar lagi aku akan turun gunung dari perguruan menuju dunia nyata.
Bener-bener...
Pasti di luar sana akan lebih banyak lagi kesulitan yang menghadang.
Yak...tadi cuma cuap-cuapan awal. Sekarang berlanjut...
Kemarin, waktu aku buka sebuah hape, aku menemukan sesuatu yang sebenernya biasa aja, tapi karena orang yang ngelakuinna bener-bener gak disangka,
makanya jadi luar biasa.
sepertinya, dua sahabat yang ku hormati dan ku sayangi menjalin kedekatan yang istimewa.
Meski gak terbukti seratus persen...tapi dari esemes-nya bisa menunjukkan itu.
Yaah...aku kan udah berpengalaman sama yang kayak gitu.
Masa-masanya hati selalu berbunga-bunga dengan hanya membayangkan wajahnya saja.
Apalagi kalo di-esemes, ato ditelepon....
BBEEEEEUUUU
Hahaha...tapi saat ini, smuanya harus berjalan baik.
Aku dukung bener mreka berdua supaya cepet2 mengikat diri.
"Jangan lama2 mbak...laki-laki itu mudah berpaling hati...bner deh"
Sabtu, 05 April 2008
Gillaaaa...tanjakannya uedan...!!!
Beeeuuuhhh....
Minggu pagi, seperti biasa...ngerjain Rancang Pabrik...
Ngerancang HE blon beres...tapi saia udah bosen, jenuh....
Dari kemaren neglus-ngelus tikusnya si "Kokom" terus...
Akhirnya, saia putuskan jalan-jalan pagi pake speda dari daerah Tubagus Ismail ke Cikutra.
Waktu brangkat...Whhuuuuusssshhhhh....
Jalannya turun terus...
Saia kebut aja spedanya sekenceng-kencengnya sambil treak, "Wuuuuuhuuuu...Cawabanga!!!".
Nyampe deh di Cikutra...makan bubur ayam...trus ngambil buku...
Udah gitu, karena saia masih banyak kerjaan, saia putuskan pulang lagi...Lewat jalan yang sama...
Bweeeeehhhh...hampir mampusss...
Nanjak terus man...
Paha udah ngeras waktu nyampe di kosan...
But...that's exciting...!!!
Minggu pagi, seperti biasa...ngerjain Rancang Pabrik...
Ngerancang HE blon beres...tapi saia udah bosen, jenuh....
Dari kemaren neglus-ngelus tikusnya si "Kokom" terus...
Akhirnya, saia putuskan jalan-jalan pagi pake speda dari daerah Tubagus Ismail ke Cikutra.
Waktu brangkat...Whhuuuuusssshhhhh....
Jalannya turun terus...
Saia kebut aja spedanya sekenceng-kencengnya sambil treak, "Wuuuuuhuuuu...Cawabanga!!!".
Nyampe deh di Cikutra...makan bubur ayam...trus ngambil buku...
Udah gitu, karena saia masih banyak kerjaan, saia putuskan pulang lagi...Lewat jalan yang sama...
Bweeeeehhhh...hampir mampusss...
Nanjak terus man...
Paha udah ngeras waktu nyampe di kosan...
But...that's exciting...!!!
Langganan:
Postingan (Atom)
