Senin, 28 April 2008

"Hidup Bukan Untuk Uang, Kawan!!!"


Selasa, 29 April 2008

Selalu ada dalam pikiranku, "Kenapa di dunia ini ada yang namanya uang???"
Aku pun kadang menggerutu, "Gebleg banget sih yang bikin duit!!! Bikin banyak orang susah, bikin banyak kerusakan di bumi"
Banyak orang nginjek orang lain hanya karna pengen dapet uang lebih,
atau banyak orang menghinakan orang lain karena dia merasa banyak uang dan berkuasa,
atau banyak juga orang yang menghinakan diri sendiri hanya untuk ngedapetin uang !!!

"Those're Very Disgusting, Dude !!!"

Malam kemarin,aku merasa jijik pada diriku sendiri.
Belakangan ini, aku merasa diperbudak uang.
Kehidupanku jadi terasa sempit hanya karena memikirkan uang.

Bayangin, Man...!!!
Aku selalu mikirin ngirit2 duit karna pengen beli ini-itu yang sebenernya gak penting2,
Aku selalu merasa khawatir kalo uang kiriman bulanan belum nyampe,
Aku jadi pelit kalo ada orang lain yang minta bantuanku.

NOOOOOOO....!!!!

Never it happen again.
Aku gak mau diperbudak uang,
aku gak mau melakukan suatu pekerjaan hanya karena uang,
aku gak mau ngabisin hidupku hanya untuk mencari uang,
aku gak mau jadi penjilat hanya karena pengen memperkaya diri,
aku gak mau ngelakuin pekerjaan2 haram hanya karena uang !!!

Aku ingin hidup bebas dengan tidak terlalu memikirkan uang,
aku ingin bermanfaat buat orang banyak dengan uang yang aku dapet,
buat keluargaku, buat masyarakat, buat bangsa,
kalo uangku habis karena dipake untuk yang bermanfaat dan bukan hanya untuk keegoisan diri sendiri,
never mind !!!
Uang bisa dicari lagi, tapi ketenangan hidup di dunia apa lagi di akhirat sulit untuk di cari.
Uang hanyalah alat untuk kita perbudak, dan bukan uang yang memperbudak kita.

Intinya, bersyuurlah dengan segala yang kita punya, dan
Lakukan semua pekerjaan dengan niat untuk memberi manfaat buat orang2 di sekitar kita,
Sekecil apa pun...

BERMEWAH-MEWAHAN, NO!!! BERMANFAAT BUAT ORANG LAIN, YESS!!!

"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,
sampai kamu masuk ke dalam kubur.
Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatan kamu itu),
kemudian sekali-kali tidak!! Kamu akan mengetahui.
Sekali-kali tidak! sekiranya kamu mengetahui dengan pasti,
niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka jahim,
Kemudian kamu akan benar-benar melihatnya dengan mata kepala sendiri,
Kemudian kamu akan benar-benar ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu)"
(Q.S. At-Takatsur 1-8)

-Ikhtiar maksimal, berpikir positif, penuh pengharapan pada Yang Maha Kuasa, dan bermanfaat bagi orang banyak-

"Kalo cukup sama yang ini, buat apa yang itu...kebagusan"

Kamis, 24 April 2008

Indonesia Kaya Akan Orang Kaya??? Pedulikah...???


Kamis, 24 April 2008

"Menurut laporan Asia Pacific Wealth Report 2007 yang dikeluarkan oleh Capgemini dan Merryl Lynch,
Maret 2007, Indonesia merupakan negara yang memiliki pertumbuhan orang kaya tercepat ketiga di dunia sebesar 16% pada tahun 2006,
setelah Singapura (21,2%) dan India (20,5%)"

Waw...tulisan di atas disalin dari artikel di Koran Kompas, Selasa, 15 April 2008, yang berjudul:"Kaya Karena Bisnis Atau Warisan".
Ternyata, di Indonesia banyak orang kaya-nya ya...
Cuma, mana nih imbasnya ke lingkungan sekitar???

Fenomena menarik yang saia pernah liat adalah waktu saia jadi peserta Temnas 2005.
Waktu perjalanan ke Gedung Megah Beratap Warna Ijo Tempatnya Orang Cas-Cis-Cus Tapi Gaji Selangit...(baca: Gedung MPR-DPR),
saia melewati suatu perumahan, yang...wuuaaahhh...uueeddaaannn Maan!!!
Rumah-rumahnya itu udah kayak kuil Yunani Kuno,
yang tiangnya gede2
yang pake ada patung orang yang lagi numpahin air di dalem guci.
Jalan masuk ke rumahnya itu dihiasi tanaman2 yang sangat terawat rapi.
Daaann...Pagar tinggi yang melingkar disekitar rumahnya...seolah2 menunjukkan bahwa Si Empunya rumah Untouchable, Orang Mulia.

Namuuunnn...begitu keluar dari komplek perumahan itu, jreeeng...jreeengg...jreenggg...
Langsung keliatan suasana yang kontras pisan.
Kalo tadi tiangnya gede2 kayak kuil Yunani, ini mah gak ada tiangnya, cuma triplek ato kardus yang disambungin entah pake apa
Kalo tadi halamannya dihiasin patung en taneman, ini mah dhiasin sama tumpukan sampah sama rel kereta api.

Dan yang luar biasa, saudara-saudara...
Padahal mereka (Si Empunya Rumah Kuil Yunani sama Si Empunya Rumah Triplek) tinggalnya berdekatan.
Lha koq yo bisa-bisanya ada suasana bagai langit dan bumi bgitu.

Ternyata, peningkatan pertumbuhan orang kaya di Indonesia tidak diiringi dengan peningkatan kepedulian sosial terhadap sesama.
Itulah yang terjadi di Indonesia, sampe ada fenomena seperti itu.
Negara ini serasa semakin mirip negara super-kapitalishh...
Yang cuma dikuasain kaum Borjuishh...
Yang kaya smakin kaya-ishhh...
Yang miskin smakin mbelesek-ishh...

BEWARE!!! Neo-kapitalism oleh bangsa sendiri!!!

Kebanyakan orang2 yang jadi mendadak kaya adalah orang2 yang terjun di dunia bisnis dan punya mental wirausaha yang tahan banting.
Nah...buat Anda-anda yang pengen juga jadi orang mendadak kaya, berwirausahalah !!!
Tapi...
jangan lupakan kalau Anda menginjakkan kaki di Indonesia,
jangan lupakan kalau Anda menghirup udara di Indonesia,
jangan lupakan kalau Anda dan (calon istri/suami) Anda adalah orang Indonesia,
Bantulah warga Indonesia lain yang belum mendapatkan kesempatan seperti Anda, untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.
Jangan dikasih ikan...tapi dikasih kail!!! Remember that, Okay!!!

Minggu, 20 April 2008

"Haruskah menjadi TELADAN, dengan mengubah diri menjadi orang lain???"

Ahad, 20 April 2008

"Teladan???!!!...Can I???"

Suatu saat, di suatu rumah makan yang berlokasi di puncrut, serombongan mahasiswa merayakan keberhasilannya menyelenggarakan sebuah kegiatan.
Di tengah2 acara, aku mengambil bandrek yang sengaja disediakan oleh rumah makan.
Waktu itu hujan, dan aku sampai ke Puncrut dengan basah kuyup karena mengendarai sepeda motor, sedangkan yang lain beranngkat dengan menggunakan mobil.
Saat itu, yang kupikirkan hanya cara untuk menghangatkan tubuh.
Begitu bandrek aku ambil, aku berdiri dan menempelkan bibir gelas yang hangat ke bibirku, sambil berdiri.

Tiba2, sesorang dibelakangku berteriak, "Kak, sambil duduk dong kak...Supervisor tuh harus ngasih teladan dong".
Hatiku tergetar, mendengar kata "teladan".
Akhirnya aku duduk, dan setelah selesai meneguk bandrek tadi, aku berbalik dan bilang, "Aduh...maaf ya, kk bukan orang yang bisa diteladani".

Hhhh...
Hal yang paling memberatkan hatiku saat mengajukan lamaran untuk jadi supervisor sebuah beastudi adalah "Apakah aku bisa menjadi teladan buat adik2 yang aku bimbing???"
Menjadi teladan itu sungguh berat, padahal gak ada dijob-desknya supervisor.
Apa aku harus berubah jadi orang yang bener2 alim untuk jadi teladan???
Apa aku harus mengubah diri menjadi orang yang pendiam supaya terlihat berwibawa untuk bisa diteladani???

Awww...Man, that's so stupid!!!
Bagaimanapun, memberi teladan adalah penting.
Tapi, apa harus sampai merubah diri???
NON SENSE...!!!
Itu cuma ngajarin mereka sebuah kebohongan!!

Aku akan tetap jadi diriku seperti biasa.
Jadi Wahyu yang aku tahu setiap harinya.
Aku akan lihat, teladan apa yang mereka bisa ambil dariku.
Dengan itu, aku akan tahu sejauhmana kapasitas diriku sekarang.

Jumat, 18 April 2008

Be A Man ala Eikichi Onizuka!!!


Eikichi Onizuka...Kalo baca komiknya, orang ini adalah orang yang bener2 super gak beres.
Seorang pemimpin gang motor yang beralih profesi menjadi guru, yang awalnya hanya berniat untuk mendapatkan gadis2 sekolahan yang bahenol.
Orang yang jorok, porno, bodoh, dan everythig else yang jelek2.

-Beeuuuhhh...I'm not like that. Very different.-

Tapi ada satu sisi baik -hanya satu!!!- yang dimiliki oleh Onizuka.
Dia berlaku sebagai seorang laki-laki sejati,
orang yang tidak pernah menyalahkan keadaan sulit yang pernah dia alami yang menyebabkan dia menjadi seorang berandalan,
orang yang selalu bertanggungjawab atas segala jalan hidup yang dia pilih dan atas segala yang dia lakukan,
orang yang berani menyelesaikan masalah secara langsung -simple minded person-,

Onizuka mengajarkan murid2nya tentang arti teman sesungguhnya.
Meski tidak mengajarkan pelajaran sekolah seperti biasa -karena dia bodoh-, dia mengambil hati murid2nya dengan cara yang luar biasa.
Onizuka menyentuh hati murid2nya dengan cara memposisikan diri sebagai murid tersebut tapi dengan sudut pandang orang dewasa yang lebih bijaksana.

Yah...paling itu sisi baik yang dia miliki. Sisi jeleknya bisa lebih banyak dari ini.

Tapi yang jelas, orang ini mengajarkanku satu hal.
If you claim yourself a Man, then act like a Man !!!
Bertanggungjawab atas segala apa yang aku pilih...
Bertanggungjawab atas segala apa yang aku lakukan...

Jangan pernah memposisikan diri sebagai korban keadaan, yang selalu ingin dikasihani sehingga orang2 akan simpati padamu...
Orang yang selalu menyalahkan hanyalah seorang pecundang yang mencari pembenaran atas ketidak-berdayaannya!!!

Allright...
Take a new lesson as a Man!!!

Problem serius di asrama ku...!!!

Sabtu, 19 April 2008

Hhhh...ada masalah sama Etos Bandung. Masalah penting!
Masalah kebersamaan. Aku ngerasa gak ada lagi kebersamaan di asrama Etos Bandung.
Yah...meskipun mereka sering nonton TV bareng, ngetawain para kontestan Indonesian Idol atau Madam Ivan di acara Super Mama,
mereka tetep gak punya kebersamaan.

Dari mana aku tahu???
Gampang aja, dalam diri -hati tepatnya- Etoser Bandung, gak ada yang namanya EMPATI.
Treat people like people!!! But they did'nt do that...
I'm not generelized the situation, but...
Ada pepatah bilang, "Nila setitik, rusak susu sebelanga"

Apa yang udah dilakukan supervisor _K'Fatur ect.-??? Banyak!!!
Halaqah pagi, yang diadain buat sarana curhat dan lain2...
Mereka gak pernah datang.
Pembinaan, yang diadain tiap minggu dan ngluarin biaya seratus rebu...
Mereka juga gak pada datang.
Ngadain Night Gathering, yang dijadiin sarana buat nyelesein masalah...
Ada juga alesan mereka gak mau datang.

Rasanya dulu waktu jamannya etoser 2004, supervisornya gak terlalu banyak ngangkat masalah kebersamaan,
tapi kami masih bisa merasakan kebersamaan itu,
kami masih bisa merasakan empati itu...

Yah gak munafik...di etoser 2004 juga pernah ada tragedi.
But, i hope that thing never happen again in the future...

Sooo...
Sebenernya sebagai supervisor, aku gak terlalu care tentang kebersmaan etoser.
Gak ada tuh di jobdesk supervisor yang nyuruh, "Tugas Supervisor: Menjaga Kebersamaan!!!"
Mereka mau bersama atau gak...pengaruhnya ke aku??? Nothing...
Live still going on, dude...
Kenapa aku harus peduli dengan kebersamaan mereka, sementara mereka sendiri gak peduli???

But...i have a fundamental thinking.
Aku punya prinsip.
Pekerjaan apa pun yang aku ambil, aku harus menyelesaikannya dengan hasil yang terbaik!!!
Dimana pun aku berada, aku harus bisa bermanfaat buat orang lain!!!
Dimanapun aku menjadi pemimpin, aku harus bisa membawa bawahanku menjadi orang yang berhasil!!!

So,aku gak akan membiarkan keadaan ini terus berlarut2...
Pernah seorang senior bilang, "Wahyu jadi supervisor ya??? Percayalah sama wahyu...Bikinlah sejarah di Etos!!!"
Dan sampe sekarang, aku selalu kepikiran kata2nya itu.

At least...menumbuhkan lagi kesenangan saat memiliki saudara se-asrama
Paling tidak menumbuhkan lagi rasa empati di tiap-tiap hati etoser...

Please...gimme an advice to reach it...

Kamis, 17 April 2008

"Lagi-lagi...Knapa sih gue??? "

Kamis, 17 April 2008

Hehehe...posting lagi...mumpung lagi gak ada kerjaan...
Duuuhhh...kenapa ya???
Padahal dia udah jadi istri orang, tapi kalo aku ketemu sama dia aku mengkerut...
Takut...ato malu...???
Gak tau deh...aku jadi kikuk aja. Serba salah...serba gak enak.
Padahal, dianya juga gak ngerasain apa-apa kayaknya...

Heeuuuhhh,,,dasar, kamu aja yang terlalu banyak anggapan.
Ya sih, aku nganggep dia itu kan udah jadi istri orang, jadi gak boleh sembarangan ngobrol sama dia. Ntar suaminya marah lagi...

Tiap kali aku ketemu, pasti sempet ketemu mata dulu. Deeuuhhh...gak enak bener2 dah!!!

*&@*!)*!)~*@&&^%

Cepatlah Menikah!!! =D

"Pengalaman Pertama...Gak enak!!!"

Kamis, 17 April 2008

Yang namanya pengalaman pertama, pasti bikin deg-deg serrr...muka pucet...lidah pait...de el el yang gak enak2...

Begini lah yang aku rasain waktu pertama kali "akan" memasukkan application form buat nglamar kerja. Yah...walopun masih kuliah, pengennya udah dapet tempat kerja bgitu lulus.

Padahal aku pede banget sama skill komunikasiku...meskipun begitu, aku masih punya perasaan gak pede dengan apa yang aku tulis di Curriculum Vitae.

But...this is a wall that i have to break!!! Aku harus bisa ngedobrak tembok tantangan yang menghadang di depanku.

Banyak2 ikutan tes-tes kerja. Di perusahaan yang ecek2 juga gak papa. Yang penting, I can Feel the atmosphere...and as soon as possible, aku akan terbiasa dengan yang namanya seleksi kerja dan wawancara...

Chevron...ato Pertamina??? Yang mana aja deh...
Yang penting bisa hidup cukup...
Cukup buat beli mobil...hohohoho =D
Hoy..Jangan lupa sama idealisme-mu...!!!!
Insya Allah...enggak...

EUFORIA: FUTSAL, KEJUTAN, DAN KEKOMPAKAN

Ah, ah…pusing, pusing…hah…hah…mana???mana bo...???. DUUUUNGGG!!! Tiba-tiba, aku merasakan bagian kanan wajahku sampai ke telinga seperti disambar petir. Aku pun jatuh berdebam keras ke lantai ubin. Kepalaku makin pusing. Telingaku berdenging. Wajahku seperti terbakar. Tangan kiriku meremas dadaku yang terasa semakin sempit. Sedangkan tangan kananku terangkat seperti hendak meraih langit. Meraih impian yang belum aku capai.

Hah, hah…apakah aku akan mati di sini??? Oh, tidak…mataku berkunang-kunang…aku sekarat! Bapak…Ibu…Maafkan aku, maafkan anakmu yang belum membahagiakanmu…Maafkan aku sahabat-sahabatku…tolong bayarin utang-utangku setelah aku tiada…Ah…ah…Ga, gawat!
* * *
Sabtu, 5 Januari 2008…
Siang itu aku begitu bersemangat. Kenapa? Karena aku akan bertarung habis-habisan. Setelah hidup kembali menunjukkan kejutannya padaku kemarin dengan tidak memberikan apa yang kuingikan, aku akan melampiaskan segala rasa yang berkecamuk di hati pada satu benda. Ya, benda istimewa yang tidak bersudut. BOLAAAAAA….!!!

Malam nanti, aku dan sahabat-sahabatku di Asrama Beastudi ETOS akan bertanding futsal indoor di salah satu tempat di jalan Dago. It's great you know! Sudah lama aku tidak olahraga. Badanku sudah kaku-kaku.

Dari kemarin, aku telah belajar bahwa hidup itu sulit ditebak. Tapi aku masih penasaran untuk menebak hidup. Kali ini ada di lapangan futsal. Dari siang, aku membayangkan akan mengiring bola, meliuk-liuk seperti Lionel Messi, melewati tiga sampai empat orang, dan merobek gawang musuh dengan satu tendangan spektakuler. Kemudian, aku akan melakukan celebrating goal ala Zlatan Ibrahimovic. Hemmm…Kereeeeeen.

Malam minggu, jam tujuh…
Tibalah saatnya aku turun ke lapangan. Merealisasikan bayanganku yang luar biasa itu. Kami berlima belas dibagi menjadi tiga tim. Aku pertama kali main. PRIIIITTTT!!!. Bola pun melayang setelah ditendang Beni. Aku terpacu untuk menguber Si Bola. Dengan semangat 45, aku berlari-lari mengikuti kemana bola menggelinding seperti banteng murka dihadapan matador.

Tiga menit berlalu. Aaaahhhh…dadaku serasa diinjak gajah bunting. Sulit sekali menarik napas. Sepertinya paru-paruku menciut. Otot kakiku lemas dan sudah tidak mau menuruti perintahku. Aku tewas. Sambil tetap berlari-lari sempoyongan, aku tetap mengincar Si Kulit Bundar. Dan, DUUUUNNGGGG…dicari-cari susah, ternyata datang sendiri. Hanya saja datangnya bukan di tempat yang aku kira. Si Bola datang padaku bagai petir menyambar di bagian kanan wajahku. Mampus gueeee….
* * *
Satu jam berlalu. Pertandingan pun selesai. Aku ngos-ngosan. Lemas, pusing, bermandikan keringat, dan BAU!!. Ternyata, hidup menunjukkan lagi kejutannya. Tebakanku tentang apa yang akan terjadi beberapa jam ke depan ternyata salah. Tapi aku masih tetap penasaran untuk menebak arah hidup. Just positive thinking! Di bidang sepak bola, mungkin aku hanya berbakat sebagai penonton dan komentator yang mencaci-maki pemain yang salah oper. Tapi, aku masih punya Basket. Aku yakin mampu di bidang itu,,,So, what's the matter uncertainty of life? Justru ini yang membuat hidupku jadi seru.
* * *
Cerita masih belum usai. Setelah selesai bertarung, kami hendak kembali ke peraduan. Tim dibagi dua kelompok. Aku ikut kelompok pertama dan turun ke lantai satu dengan menggunakan lift. Ya, dasarnya orang-orang desa, katrok, mau ke lantai satu harus muter-muter dulu ke basement, dan tersasar di tempat Biliard.

Kami bingung. Mau bertanya, malu. Akhirnya, aku menebalkan kulit wajahku dan bertanya ke salah satu petugas, "Kang, kalau tangga di mana ya?". Ternyata kita harus menembus ruang biliard. Ruangan itu berisi orang-orang yang berpenampilan gaul. Pria-wanita yang nungging-nungging di atas meja berwarna biru untuk menyodok bola yang ada di atasnya.

Kami pun melangkah cepat sambil menundukkan kepala. Kami tahu diri. Dengan penampilan compang-camping seperti baru pulang dari perang Irak seperti ini, mana bisa mengumbar senyum ke sekliling kami. Setelah di dalam angkot, aku melihat sesuatu yang lebih memalukan. Ternyata, selagi kami berjalan melewati ruang Biliard, supervisor kami tidak mengenakan alas kaki alias Nyeker men…Ternyata supervisor kami superkatrok. Tawa kami pun meledak. Dasar wong ndeso, rusak bener deh…
* * *
Angkot pun membawa kami ke asrama. Sampai di perempatan Simpang Dago, ternyata ada kejutan lain. Dalam keheningan karena kami kelelahan, Kang Irwan berkata, "Eh, eh…itu di mobil belakang teh Didi Petet ya???". Sontak kami semua bengun dari duduk kami, ribut melihat ke belakang. Ternyata benar. Itu Didi Petet, Si Kabayan yang naik mobil SUV-kalau tidak salah. Setelah itu, aku baru tahu ternyata anak-anak ETOS Bandung katrok semua. Setelah tahu ada Didi Petet, mereka terus melihat ke belakang. Bahkan ada yang mengangkat tangan dengan pose piece. Ada juga yang melambaikan tangan. Aduuuhhh…

Kemudian seorang pengamen mengahmpiri kami. "Kang, kang…di mobil belakang aja…Didi Petet tuh, beneran! Artis", kata Ali ke Akang pengamen. Akhirnya dia mengamen di mobil belakang, dan BRAVO! Si Akang pengamen dikasih duit sama Didi Petet. Gak cuma receh lagi. Lalu Si Akang pengamen mengangkat kedua jempolnya ke arah kami dan sontak kami pun ribut bertepuk tangan.

Lampu lalu lintas pun hijau, dan angkot kami berjalan lagi. Begitu juga dengan mobilnya Kang Didi Petet. Kami menantikan saat-saat mobilnya Kang Didi menyalip angkot kami. Ketika saat itu terjadi, serentak kami berlima belas berteriak sambil melambaikan tangan, "AKHIRNYA DATANG JUGAAA...". Lalu bertepuk tangan sambil cengengesan. Keributan yang kami buat ternyata menyita perhatian beberapa muda-mudi yang sedang jajan di pinggiran jalan. Dasar katrok…Pasti Kang Didi bilang gini dalem hati, "Ni anak-anak, pada ngapain sih ngeliatin terus, pake ketawa-ketiwi segala lagi…Kampung pisan".

Yah, itu lah kami. Larut dalam euforia kekompakan yang luar biasa. Tidak memandang angkatan atau universitas mana. Kami tersenyum bersama, bercanda bersama, susah pun bersama. Tidak peduli orang bilang apa. Kami adalah satu komunitas keren edan yang bernama ETOS BANDUNG. No matter what they say! We'll ready to face the challenge!!!!

By
Wahyu_theNovelist_Etoser Bandung 2004

"PilGub...Rame Euuyyy...Nyoblos Dooong!!"

Senin, 14 April 2008

"Warga negara yang baik adalah seseorang yang menjalankan hak dan kewajibannya dengan baik".
Setidaknya itu yang udah aku lakukan kemarin, waktu diadain Pemilihan Gubernur Jawa Barat.
Aku udah bersusah payah untuk datang ke TPS -Tempat Pemungutan Suara- yang jaraknya 5 kilo dari tempatku tinggal,
dengan niat untuk menggunakan hak suaraku sebagai warga Jabar.
Sesampai di TPS, aku diberitahu kalau aku tidak diperkenankan untuk "Nyobloss" karena tidak didaftarkan di sana.

Gemana perasaanku...???
Emmm...biasa aja...tapi, kesel juga.

Biasa aja karena selama ini aku tidak pernah begitu merasakan dampak atau kontribusi yang diberikan pemerintah Jabar.
Aku merasa tidak begitu peduli siapa pun yang nanti jadi Gubernur. Seperti kebanyakan orang, aku sudah beranggapan bahwa para Cagub itu, "lain waktu kampanye, lain waktu menjabat".
Waktu kamanye janji ini-itu, begini-begitu...setelah duduk di kantor Gubernur sebagai pemimpin Jabar, setelah nerima duit dan dana kampanye udah balik semua -balik modal-, mereka tinggal membesarkan perut saja. Lupa dengan janji-janjinya.
Apa yang aku dan warga Jabar lainnya rasain??? Gak ada...gak efek perubahan yang signifikan, kecuali harga-harga yang terus naek.
Jadi, sebenarnya aku juga gak salah kalo ngerasa gak peduli siapa pun yang nanti jadi Gubernur.

Tapi, tapi, tapi...Rasulullah pernah memerintahkan kita, sebagai umat muslim untuk memilih pemimpin yang baik.
Karena hidup dan hancurnya sebuah komuitas ditentukan oleh pemimpin komunitas itu.
Sebuah tanggung jawab moral buatku untuk memilih pemimpin yang baik. Setidaknya, yang terbaik dari yang buruk, karena di negara ini, kayaknya belum ada orang yang bisa jadi pemimpin yang baik.
Ini dari pengalaman kemarin juga, gara-gara aku gak sempet milih di Pemilu KM-ITB, akhirnya Kemahasiswaan ITB dipimpin perempuan.
Gak masalah juga sih, tapi aku merasa kalo calon yang lain itu lebih baik.

Dan sekarang, di Pemilihan Gubernur Jabar, aku gak ingin kejadian di ITB terulang lagi.
Dari kampanye-kampanye kemaren, yang aku lihat cukup bagus untuk memimpin Jabar -menurutku-, hanya satu calon saja, yaitu HaDe dari PKS dan PAN.
Kampanye-kampanye mereka cukup bagus dengan banyak melibatkan kegiatan-kegiatan sosial.
Tidak seperti calon lain yang kampanye pake Nita Thalia, ato cewek-cewek berbaju minim.
Hiiii...masak aku dipimpin sama orang kayak gitu.

Akhirnya, dengan bulat hati, aku bertekad untuk memilih dan menggunakan hak suaraku.
Tapi, apa mau dikata. Aku sudah berniat dan take action, namun niatku tidak terlaksana.
Setelah sampe di asrama-tempatku tinggal- aku nonton TV, tepatnya TV One dan Metro, ternyata pilihanku unggul dalam perhitungan suara.
Masih Quick Round sih, tapi itu sudah menggambarkan bagaimana masyarakat memandang calon pemimpinnya.
Memperlihatkan bagaimana masyarakat ingin suasana baru dengan wajah baru yang memimpin Jabar.

Walopun aku orang asli berdarah Jawa tengah, tapi aku lahir dan besar di Jabar.
Demi Jabar yang lebih baik, semoga pemimpin yang terbaik akhlaknya yang memimpin Jabar.

Kata Da'i, kalo pengen Aman, pilih HaDe....=D

"Si Sweter Pink...Huhuhuhu...I'm still young, man!!!"

Sabtu, 12 April 2008

Hari ini, pertama kalinya lagi aku lari di Sabuga setelah sebulan belakangan ini ditelan badai Rancang Pabrik.
Lumayan, baru empat keliling tapi full speed, sekitar 4-5 menitan. Aku mulai lari lagi karena punggungku mulai sakit-sakit. Trus mulai gampang capek.
Selain itu, kemaren juga ditanyain sama Pak Tri-dosenku di Tekim- apa aku suka olahraga gak...
Ya aku bilang suka banget...sepak bola, basket, lari, all sports kecuali renang. I hate swimming!!!
Akhirnya, aku memutuskan untuk lari di Sabtu pagi, karena lagi agak longgar juga waktunya.

Aku akui...cieee...kayak lirik lagu, hehehehe...
Selain karena mau olahraga, aku ke Sabuga juga mau ngeceng-ngeceng, ngliatin perempuan berkerudung yang cakep-cakep-yang lari sendirian atau sama ibunya, hhehehe...kalo yang lari sama cowok mah males ngliatinnya juga-, olahraga dan olah hati =D.
Dan ternyata, waktu aku lagi pemanasan, yang ditunggu-tunggu dateng. Sepasang ibu dan anak yang kompak pake sweter pink, kerudung praktis warna pink dan celana trening biru dongker.
Beeeuuu...yang aku liat anaknya loh -selanjutnya disebut "Si Sweter Pink", rasanya mukanya itu familiar...-alah sok kenal =D.

Aku akui lagi...halah...Si Sweter Pink tuh cantik wuoy...keliatannya sekitaran anak SMA kelas 3 ato mahasiswa tingkat 1.
Pas aku lagi nunduk-nunduk waktu stretching kaki, tak ku sengaja aku melihatnya melirik ke arahku dan kamipu beradu pandang...Huhuuuuyyy...
Dengan cool-nya aku mengalihkan pandanganku ke kakiku-begonya...- dan Si Sweter Pink pun kembali ngobrol sama ibunya.

Akhirnya, selama aku lari keliling lintasan lari di Sabuga, yang aku perhatiin cuma "Si Sweter Pink dimana ya???"
Kalo pas dia ada di depanku, aku salip dia berharap dia berkata dalam hati, "Eh, itu tadi cowok yang pake sweter abu-abu, sporty banget..." -mauuuunyeeee... =D-
Waktu aku selesai lari pun, aku duduk di samping lintasan sambil minum Pocari Sweat, sambil merhatiin Si Sweter Pink lari...

Aduuuhhh...ngliatinnya aja persaan gemanaaaa gitu...hehehe
Pengen kenalan, cuma belum dapet kesempatan. Padahal kalo mau, aku sendiri yang mestinya bikin kesempatan.
Cuma aku terlalu gengsi euy. Masak cowok harus centil gara-gara pengen kenalan sama cewewk doang.
Akhirnya, aku hanya memandangnya dari jauh aja.

Sekitar lima menit aku cuma bengong di pinggir lintasan. Akhirnya, aku bergumam dalam hatiku, "Percuma wuoy...sia-sia kamu duduk di sini terus. Kamu juga gak bakalan ngedeketin dia koq atau malah kenalan. Tar aja, kalo jodoh, sabtu depan bakal ketemu lagi"
Akhirnya, aku memlih pulang karena kepikiran tugas Rancang Pabrik yang blon beres.
Dan dalam hati, aku berkata,"Pink...mpe ketemu lagi yak...laen kali semoga ada kesempatan buatku"

Heuleeeuuuuhhh...inget umur wuuoooyyy...hahahahahaha

Kisah di atas adalah kisah nyata yang ditambah-tambahin biar bagus...=D

Selasa, 08 April 2008

Akhir-akhir ini...Aku Sering Lupa

Uuuhhh...kacau bener belakangan ini. Entah karena terlalu sibuk atau terlalu sok sibuk, banyak banget yang aku lupa. Kemaren, Si Totong ngasihin bukti pembayaran SPP. Awalnya nggeletak di lante gara-gara aku ceroboh, aku ambil deh tuh sambil bergumam dalem hati "Bisi Si Totong ngambek". Eh...beberapa hari kemudian, aku kalang kabut nyariin itu bukti. Bener-bener ilang ingatan setelah itu.

Tau gak...aku kesel banget sama diriku sendiri. Akhirnya, dengan merasa bersalah aku minta lagi buktinya ke Totong. Padahal itu tanggung jawabku. Belum selang satu hari, kejadian yang sama hampir terulang lagi. Skarang Si Oki yang ngasihin bukti pembayaran SPP. Rabu siang aku terima tuh bukti, ehhh...tadi pagi aku kalang kabut lagi nyariin tuh bukti. Lupa lagi naronya di mana. Aku kesel lagi sama diriku sendiri. Aku tonjok-tonjok tembok, istighfar, narik napas dalem-dalem, sambil mikir, "What's wrong with me???"

Hhhh...aku memang sedang dalam masa transisi dari aktivitas lama, ke aktivitas baru yang tingkat kseulitannya baru. Manajemen waktu ku agak kacau...sampe-sampe tiap hari rasanya depresi gara-gara seabrek agenda yang mesti dijalanin. Gara-gara ini juga, aku mulai berubah kalo lagi kesel. Aku suka ngebanting apa pun yang aku pegang waktu itu.

Tapi, dari sini alku belajar, bahwa dikehidupan nyata, apalagi di dunia kerja, tekanannya pasti lebih berat dari ini. Yang harus aku lakukan sekarang adalah ngambil pelajaran dari semua kesulitan yang aku hadapi untuk bekal ke depan nanti.

Hhhuuuhhhh...Never Give Up!!! Keep Improve Your Self...

Temen senang...Aku pun senang...

Selasa, 08 April 2oo8

Tak terasa, waktu telah membawaku hingga saat ini.
Tanpa menyadari bahwa sebentar lagi aku akan turun gunung dari perguruan menuju dunia nyata.
Bener-bener...
Pasti di luar sana akan lebih banyak lagi kesulitan yang menghadang.

Yak...tadi cuma cuap-cuapan awal. Sekarang berlanjut...
Kemarin, waktu aku buka sebuah hape, aku menemukan sesuatu yang sebenernya biasa aja, tapi karena orang yang ngelakuinna bener-bener gak disangka,
makanya jadi luar biasa.
sepertinya, dua sahabat yang ku hormati dan ku sayangi menjalin kedekatan yang istimewa.
Meski gak terbukti seratus persen...tapi dari esemes-nya bisa menunjukkan itu.

Yaah...aku kan udah berpengalaman sama yang kayak gitu.
Masa-masanya hati selalu berbunga-bunga dengan hanya membayangkan wajahnya saja.
Apalagi kalo di-esemes, ato ditelepon....
BBEEEEEUUUU

Hahaha...tapi saat ini, smuanya harus berjalan baik.
Aku dukung bener mreka berdua supaya cepet2 mengikat diri.
"Jangan lama2 mbak...laki-laki itu mudah berpaling hati...bner deh"

Sabtu, 05 April 2008

Gillaaaa...tanjakannya uedan...!!!

Beeeuuuhhh....
Minggu pagi, seperti biasa...ngerjain Rancang Pabrik...
Ngerancang HE blon beres...tapi saia udah bosen, jenuh....
Dari kemaren neglus-ngelus tikusnya si "Kokom" terus...

Akhirnya, saia putuskan jalan-jalan pagi pake speda dari daerah Tubagus Ismail ke Cikutra.
Waktu brangkat...Whhuuuuusssshhhhh....
Jalannya turun terus...
Saia kebut aja spedanya sekenceng-kencengnya sambil treak, "Wuuuuuhuuuu...Cawabanga!!!".

Nyampe deh di Cikutra...makan bubur ayam...trus ngambil buku...
Udah gitu, karena saia masih banyak kerjaan, saia putuskan pulang lagi...Lewat jalan yang sama...

Bweeeeehhhh...hampir mampusss...
Nanjak terus man...
Paha udah ngeras waktu nyampe di kosan...

But...that's exciting...!!!