Jumat, 23 Mei 2008

Kenapa Harga Minyak Naek Indonesia Kok Repot???


Jumat, 23 Mei 2008

Hhheeeuuuhhh... Indonesia nih, bener2 nggemesin.
Gara-gara harga minyak mentah dunia naek, Indonesia kalang kabut.
BBM naek lah, trus ongkos transportasi naek juga...abis tu akibatnya harga2 bahan pokok naek lah...
Akhirnya mahasiswa2 dan rakyat Indonesia pada demo lah...ujung2nya rusuh deh... =(

Permasalahan ini memang kompleks...
So, perlu dilihat dari berbagai sudut pandang.

Pertanyaan pertama, kenapa harga minyak mentah naik kok Indonesia yang repot???
Bukannya dari SD juga sering dikasih tau kalo Indonesia itu negara yang kaya minyak bumi...
Saya pikir publik perlu tahu akan hal ini, sehingga mereka bisa mengambil langkah solutif sendiri...
Daripada hanya sekedar mengeluhkan keadaan dan mencari kambing item.
Perlu edukasi publik untuk memperjelas masalah yang menyangkut kepentingan bangsa.

Jadi, minyak mentah Indonesia ini banyak dieksplorasi sama perusahaan asing, yang hasi eksplorasinya langsung dikirm ke negaranya masing2...
Indonesia dapet apa???
Cuma bagi hasil aja antara pemerintah sama perusahaan asing itu.
Jadi, kebahagiaan akibat booming harga minyak yang dirasain negara2 Timur Tengah gak dirasain tuh sama Indonesia...malah sebaliknya.
Indonesia menjadi kalang kabut begitu harga minyak dunia naik,,,karena saat ini Indonesia mengimpor minyak mentah sekitar 4 ratus ribu barrel per hari.
Lumayan nih duit yang mesti dikeluarin. Dengan begitu, biaya operasi pengolahan minyak mentah jadi bensin dkk. melonjak.
Semuanya pasti tau kan, yang ngolah minyak mentah di Indonesia itu adalah PT. Pertamina (persero) yang merupakan perusahaan BUMN.
Yang pasti belum semuanya tau, bahwa semua ongkos operasi Pertamina itu ditanggung pemerintah.
Oleh sebab itu, pemerintah harus menanggung beban kenaikan ongkos produksi minyak mentah menjadi bensin dkk.
Kalo pake logika dagang, ongkos produksi naek pasti harga dagangannya dinaekin juga kan...
Nah...apesnya pemerintah Indonesia, harga produk minyaknya susah untuk dinaekin.
Kenapa??? Karena, kebanyakan penduduk Indonesia adalah warga mengeah ke bawah. Penduduk kalangan ini punya daya beli yang sangat-sangat terbatas. Oleh karena itu, sejak dahulu kala, pemerintah ngasih subsidi ke mereka supaya tetep bisa menikmati Bahan Bakar Minyak (BBM) dan bahan pokok lainnya dengan harga yang terjangkau oleh mereka.

Nah...akhirnya pemerintah Indonesia kepentok sama kondisi yang dibuatnya dulu.
Maksud pemberian subsidi ini baik sebenernya, cuma karena kelamaan...lama2 bangsa Indonesia jadi bangsa yang konsumtif, dan tidak tahan dengan perubahan keadaan.
Makanya, pemerintah sekarang ribet...
Naekin BBM...pasti ribut...
Tapi mau apa lagi...
Kalo gak dinaekin...Anggaran Belanja Negara bakal kesita semua ke subsidi BBM. Makin negatif aja anggarannya.
Udah mah banyak disedot sama koruptor...

Ini saya memandang dari sudut pandang pemerintah yang terjepit harus menaikkan harga BBM.
Sebenernya, salah pemerintah sendiri sih...
Kemungkinan besar, waktu ngambil kebijakan tentang sektor migas, si Pengambil Kebijakannya itu orang yang gak ngerti tentang bidang ini.
Atau, orang yang ngambil kebijakan ini adalah orang yang pengen kaya sendiri pake cara cepet...

Ahhh...gak tau lah...mana yang bener...
Yang jelas...Saudara2 sebangsa dan setanah air...
Jangan pernah menyerah dengan keadaan.
Jadilah lebih kreatif untuk mengalahkan kesulitan yang kita alami saat ini.

Mari Bangun Indonesia Menjadi Lebih Baik.
Demi Anak Cucu Kita.

Senin, 19 Mei 2008

AKU TAHU LAGI KELEMAHANKU...!!!

Subhanallah...
Aku diberikan dosen pembimbing yang sama2 hebatnya. Kedua-duanya bisa dan mau memberi tahu apa kekuranganku. Yang pertama dosen pembimbing penelitian...yang kedua dosen pembimbing tugas Pra-Rancang Pabrik.

Beliau bilang begini, "Saya sering sekali menerima keluhan dari alumni2 tentang lulusan ITB sekarang. Katanya, kalo untuk masalah itung2an, anak ITB gak diragukan lagi...tapi, untuk masalah2 yang sifatnya pengetahuan umum, nol banget. Makanya pas seleksi kerja, kalo cuma tes tulis aja pasti lulus, tapi pas di tes wawancara pada rontok semua....Kelemahan kalian tuh itu, gak bisa kurang memerhatikan lingkungan luar dan kurang kritis."

Ya...aku akui. Aku agak lemah di situ. Tapi, tidak ada kata terlambat untuk belajar.
Aku adalah orang yang selalu senang belajar.
Terutama belajar tentang kehidupan.
Dari siapapun...walopun yang mengajariku adalah anak kecil pengamen di Simpang Dago.

Yup, mulai detik ini, aku akan belajar untuk menjadi kritis terhadap permasalahan2 di sekitar.
Intinya bukan supaya gampang diterima kerja,
tapi justru untuk memberikan solusi terhadap permasalahan itu.

Yuk...Para calon pemimpin!
Biasakan bertanya "Ada Apa Sebenarnya Dibalik Semua Ini?" =)

Jumat, 16 Mei 2008

Bayangan Daftar Passing Grade PTN 2007

Assalmualaikum...

Buat temen2 yang membutuhkan daftar passing grade, buat perkiraan pemilihan jurusan, saya tampilin sebagian yang saya tau. Semoga bermanfaat. =)

ITB:
  1. Teknik Kimia : 52.85
  2. STEI : 51.67
  3. Teknik Industri : 50.96
  4. Sekolah Farmasi : 47.98
  5. Teknik Mesin : 45.45
  6. Arsitektur : 44.48
  7. FTTM : 43.58
  8. FTSL : 43.54
  9. Penerbangan : 40.74
  10. Teknik Fisika : 39.78
  11. Teknik Material : 38.86
  12. Planologi : 37.35
UNPAD :
  1. Manajemen : 48.58
  2. Hukum : 48.16
  3. Akuntansi : 47.10
  4. Ekonomi Pembangunan : 46.70
Maap nih, gak semuanya ditampilin. Cuma jurusan2 yang direkomendasiin etos. Buat universitas yang laen, nti deh saya scan dulu draftnya. Soalnya, capek ngetiknya satu2...hehehe =D

Semoga Allah memberikan petunjuk saat kita memilih sesuatu untuk hidup kita !!!

Senin, 12 Mei 2008

I HAVE CHANGED...!!!! Do Everything With Passion...


Senin, 12 Mei 2008

Seminggu belakangan ini, suasana hatiku selalu mendung.
Gak tau...rasanya aku ini orang tersetress sedunia.
Aku pikir karena pekerjaanku yang banyak...
Seleksi etos-lah...pembinaan etos 2007-lah...Tugas Rancang Pabrik yang udah deket ke deadline-lah...ato Penelitian-ku yang agak terbengkalai...
Smuanya menggelayuti pikiranku...
Bikin gatiku selalu berdebar-debar...kurang konsentrasi...dan selalu bertanya, "Ada apa sih sama diriku???"

Benarkah semuanya karena beban pekerjaanku yang begitu banyak???
Ternyata jawabnnya tidak...Tidak sama sekali!!!

Bukan karena pekerjaan yang bikin hidupku serasa berat belakangan ini.
Mau tau apa???

Sore harinya, aku bertemu dengan orang yang sebenarnya paling tidak ingin aku temui.
Dia adalah dosen pembimbing penelitianku.
Inginnya aku menghindar saja, karena selama ini penelitianku agak terbengkalai.

Tapi, aku gak bisa lari terus-terusan.
Masalah harus dihadapi.
I'm a Man!!!
Aku siap menerima apa pun konsekuensinya.

Setelah bertemu dengan Beliau, aku merasa bersyukur sekali. Aku diingatkan akan kelemahanku sebagai seorang manusia.
Beliau bilang begini, "Kamu itu Gak Punya MOTIVASI Kerja!!! Gak ada dorongan untuk menghasilkan yang terbaik!!!".

Perkataanya itu membuatku tertohok. Aku merasa selama ini, tugas2 yang aku terima aku kerjakan sebaik2nya. Aku kira, aku sudah cukup berusaha...ternyata belum. Usahaku belum maksimal, sehingga ada orang yang bilang kalo aku ini gak serius dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Aku akui, memang begitulah aku. Banyak sekali waktuku yang belum aku manfaatkan secara maksimal.

But, NOW, I've CHANGED!!!

Aku mengerti, dan aku telah berubah.
Kata2 Beliau akan selalu terpatri di hatiku, sampai kapan pun.
Sampai aku menerima sebuah pekerjaan besar untuk kepentingan orang banyak.

AKU AKAN MELAKUKAN SEMUA PEKERJAANKU DENGAN "PASSION"...
Keinginan untuk menghasilkan yang terbaik dengan usaha yang terbaik!!!

Setelah mengetahui ini, semua beban yang ada di pikiranku hilang.
Ternyata, yang membuatku selam ini begitu merasa depresi adalah tidak adanya motivasi dalam setiap yang aku kerjakan.

Aku bersyukur mengetahui ini...


Senin, 05 Mei 2008

Cerianya...Subhanallah!!!


Say Aaaaaaa.....kok pada mingkem smua sih???(Download)

Cerianya...Allahuakbar!!!


Semuanyaaaa....satuuu, duaaa....\(^0^)/(Download)

Bersyukur Itu Indah...


Kamis, 1 Mei 2008

Bertepatan dengan Hari Buruh internasional, urang riweuh ngurusan seleksi Etos.
Setresss...ngeluh...emosi...mulai tuh pada keluar.
Sampai akhirnya, aku datang ke sebuah tempat di mana aku diajari sesuatu yang berharga.
Simaklah kisah berikut ini.

Pukul 18:30 WIB
Berangkatlah serombongan pria menyibak kegelapan malam. Ada yang pake baju koko, ada yang cuma pake kaos oblong. Ada juga yang pake sarung.
Aku orang yang pake kaos oblong dilapisi dengan sweater abu-abu. Delapan pria ini sedang bergerak dari kegelapan demi kegelapan menuju cahaya.
Dari Dago, kami menuju Daarut Tauhid untuk mengikuti pengajian Ma'rifatullah bersama Aa Gym.

Pukul 19:10
Sesampai di Daarut Tauhid, sedang dilangsungkan shalat Isya. Jama'ah sampai meluber ke jalan diseberang Masjid.
Kami kebagian shaf terakhir, dan masbuk -ketinggalan 2 raka'at.

Pukul 19:30
Seusai shalat, kami bergerak mencari tempat yang enak. Kami duduk di dekat layar tancep yang sengaja di pasang untuk para jama'ah yang tidak kebagian tempat di dalam Masjid.
Kemudian, disambung dengan pembacaan istighfar, shalawat, dan Asmaul Husna oleh seseorang yang tidak kelihatan, tapi suaranya keras -ya iya-lah, orangnya di dalem Masjid, suaranya keras pake pengeras soalnya-
Subhanallah...Asmaul Husna yang dibacakan itu membuat hatiku terenyuh. Nikmat sekali mendengarkannya.
Pembacaan diulangi sekali lagi. Kali ini, hampir semua jama'ah mengikuti bacaan orang yang pake pengeras suara.
Aku pun mengikuti bacaannya. Sampai akhirnya aku merasa sedih karena aku tidak bisa mengikuti seluruh bacaan Asmaul Husna...Astagfhirullah.

Pukul 20:00
Muncullah Aa Gym di layar. Sayang, lampu di tempat aku duduk dipadamkan, jadi aku gak bisa nulis2.
Sejak saat itu, aku diajarkan tentang syukur. Beliau menerangkan apa sih syukur itu,
Syukur adalah,
Menyadari bahwa segala nikmat itu Allah yang mendatangkannya
Meyakini bahwa segala nikmat itu bukan milik kita, melainkan milik Allah
Berterima-kasih kepada orang2 yang menjadi perantara nikmat Allah kepada kita
Menggunakan nikmat Allah untuk menjadi lebih dekat dengan Allah
Menceritakan nikmat Allah kepada orang lain

Untuk poin yang ke lima, jangan tertukar dengan RIA.
Orang yang syukur itu, selalu fokus kepada Allah, sedangkan orang yang ria selalu fokus pada dirinya sendiri.
Orang yang syukur itu selalu berpikiran positif di keadaan sesulit apa pun.

Nikmat itu bukan hanya materi. Berikut ini adalah beberapa nikmat yang sering dilupakan untuk disyukuri,
Nikmat Keberanian untuk mengakui dosa, yang kemudian berujung ke Tobat. Jadi, bersyukurlah jika ada yang mengkritik kejelekan kita.
Nikmat dicegahnya dari perbuatan maksiat
Nikmat diberikan rasa taat kepada Allah
Nikmat dipilih oleh Allah untuk menjadi bermanfaat bagi orang lain

Nah...
Kita selalu lupa bahwa segala nikmat yang kita miliki hanyalah milik Allah.
Kita ada di sini bukan karena adanya jaminan tabungan, atau penghasilan.
Tapi karena adanya jaminan Allah.
Bersyukurlah!!!
Bersyukurlah dengan apa yang kamu miliki saat ini...

Empati...Susah Dicari...!!!


Jumat, 2 Mei 2008

Terjadi lagi perosalan yang sama.
Kali ini, aku berperan lagi jadi ketua pelaksana suatu kegiatan.
Dan lagi-lagi menghadapi masalah yang sama seperti yang lalu-lalu.
Masalah komitmen anggota.
Hhhh...kayaknya emang semua organisasi pasti ada masalah ini.
Anggota yang egois, hanya mementingkan diri sendiri,
Cuek, gak peduli sama anggota lain yang kerja,

Intinya, mereka gak punya empati !!!

Aku udah pernah nanya sekali, "siapa yang bisa bantuin saya???"
Bisu seribu bahasa.
Kesel banget, dicuekin.

Tapi ada beberapa orang yang akhirnya dengan sendirinya ngebantu juga.
Intinya gini sih, aku gak mengharapkan ada orang yang datang menolongku, atau istilahnya aku cuma nunggu dibantuin.

TIDAK !!!

Aku jadi tahu karakterku untuk memimpin sebuah organisasi yang susah2 anggotanya.
Sepertinya, aku cenderung untuk memilih orang yang akan aku ajak kerja bareng.
Aku milih hanya berdasarkan intuisi aja, tapi tidak jarang intuisiku bener.
Aku bisa klop sebagai tim dengan orang yang aku ajak.

Selain itu, aku gak terlalu suka memulai atau mengakhiri sesuatu secara formal, kayak rapat ato apalah.
Buatku, diskusi di depan TV juga cukup untuk menghasilkan keputusan.
Bahkan, dengan suasana santai seperti ngobrol gitu, aku bisa mengeksplor lebih banyak materi lagi.
Soalnya, kadang aku juga merasa bosen dengan acara2 rapat formal.

Yah, di dunia nyata nanti terutama dunia kerja, tentu aja aku gak bisa langsung milih orang untuk bekerja sama denganku.
Pasti rekan kerja itu dipilih sama atasan.
Tapi, karena orang yang dipilihin itu juga hasil seleksi kerja yang udah di tes kemampuan kerja samanya, ya sepertinya gak akan terlalu susah kerja sama.
Walaupun belum tentu gitu juga.

Sebagai default-nya, dengan siapa pun aku bekerja, maka aku akan make empati.
Aku akan memperlakukan orang sebagai orang.
Aku akan mencoba untuk mengerti daripada dimengerti.
Aku akan lebih banyak mendengarkan sebelum berbicara, supaya apa yang aku bicarakan tidak asal bunyi.

ITULAH EMPATI, KAWAN!!!

I Luv Ma Mom...

Terrrrrrt…terrrrrrtt…terrrrrrrtt…
“Halo, Assalmualaikum…”
“Wa’alaikum salam,,, Yu, gemana kabarmu?”
“Alhamdulillah baik, Ma…Apik, waras, sehat wal afiat”
“Ya syukur klo gitu…Nih, Mama cuma mau ngingetin, di Bandung kan lagi heboh flu burung, kamu harus hati-hati, Yu…Tiap pulang kuliah, cuci tangan dan kakimu pake sabun. Itu cara penangkalan paling aman katanya”
“Iya, Ma…InsyaAllah”
“Terus, kamu juga jangan terlalu capek. Gak usah maksain kal badanmu gak enak”
“Iyaaa…”
“Jangan lupa juga atur makanmu. Jangan nahan-nahan laper! Kalo udah keburu laper, gak usah masak nasi. Beli aja di warung”
“Enggeeeehhhh, Ibuuuu….”
“Kamu juga harus hati-hati…sekarang banyak penjahat, kamu mesti jaga di…”
“Iyaaa Mamaku sayang…Wahyu ngerti koq. Minta doanya aja supaya Wahyu dikasih seha dan selamat sama Allah”
“Itu pasti, Yu…Mama selalu doain kamu”
“Ya udah…tenang aja, Wahyu udah dewasa koq. Oya, gimana kabarnya Bapak, Tia, sama Vian?”
“Alhamdulillah, sehat-sehat semua. Dari tadi Tia disuruh ngomong sama Mama, tapi gak mau, malu katanya. Sama mas-nya aja koq malu”
“Hehe…namanya juga anak kelas dua SD, tar kalo uda kelas empat pasti gatel maen-maen telpon”
“Ya udah ya, Yu…Kalo ada apa-apa, cepet kasih tau Mama. Termasuk kalo kondisi keuanganmu…”
“Iyaa…tenang aja. Alhamdulillah sampe sekarang kondisi keuangan Wahyu masih sehat koq”
“Ya udah…jaga kesehatan ya…Assalamualaikum”
“Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh”
Tuuuuutttt…tuuuuutttt…ttuuuuuuttt.
* * *

Ahad pagi. Waktu yang menyenangkan. Pada waktu ini, aku lebih sibuk mengurusi urusan rumah tangga. Aku akan lebih mengurus diri setelah seminggu lelah kuliah, kerja, dan sibuk di organisasi.

“Olah raga, mandi, makan, bres-beres kamar, dan nyuci”.
Itulah agendaku setiap Ahad pagi. Namun, ada satu agenda yang sebenarnya tidak aku rencanakan. Tapi tiap minggu pasti aku lakukan. Aku menunggu-nunggu agenda ini. Jika aku tidak melakukannya satu kali saja, aku bisa uring-uringan.

Ya, bagaimana aku tidak uring-uringan jika setiap minggu bundaku telpon, dan sekali saja dia telpon, perasaanku pasti khawatir. Kangen dengan nasihat-nasihatnya yang membuat aku merasa seperti anak kecil lagi.
Saat ini aku adalah mahasiswa semester tujuh di sebuah institut terkemuka di Bandung. Semua keluargaku tinggal di Jogjakarta. Awalnya kami berdomisili di Bandung, tapi karena desakan ekonomi, kedua orang tua dan adik-adikku hijrah ke Kota Pelajar itu, meninggalkanku meneruskan pendidikan SMA sampai lulus. Aku memutuskan untuk tetap tinggal di Bandung karena merasa tanggung dengan sekolahku yang tinggal satu tahun lagi. Akhirnya aku dititipkan di temat paman sampai aku bisa mandiri hingga saat ini.

Walaupun awalnya Mama bilang percaya padaku, tapi aku tahu dari raut wajah dan nada suaranya ketika kami berisah, yang menggambarkan kekhawaitran yang besar. Dari ekspresinya itu, tersirat sebuah pesan, “Nak, tabahkan hatimu. Jalani hidup ini dengan tegar. Bererah diri pada Allah. Maafkan Mama yang tidak bisa membahagiakanmu, Nak…Mama akan selalu bersamamu dalam setiap doa-doa Mama”.

Pasti itulah yang dirasakan oeh semua ibu saat meninggalkan darah dagingnya, yang dengan susah payah ia lahirkan, berjuang sendirian dalam menjalani hidup. Sungguh jelas kasih sayang yang ia tampakkan saat itu. Sungguh jelas kesedihan yang ia tunjukkan saat itu. Semuanya membuat hatiku ngilu, perih sekali, dan tanpa terasa air mataku meleleh. Bunda, aku akan membahagiakanmu! Aku akan membuatmu bangga….aku aan membuatmu bangga…Itu janjiku sampai mati!

Akhirnya, tiap Ahad pagi, sekitar jam delapan pagi, ibuku selalu menelponku. Menyampaikan wejangan yang sama. Menyampaikan kekhawatiran yang sama. Menyampaikan kasih sayang yang sama. Itulah yang kutunggu. Aku bahagia saat mendengar suara Ibu yang syahdu dan lemah lembut.

Saat aku goyah dihantam badai kehidupan, nasihat ibuku lah yang memuatku tegar, menegakkan tekad dan siap berlayar kembali dalam samudra kehidupan. Ibuku adalah salah satu sumber kekuatanku dalam menjalani setapak demi setapak jalan hidupku. Ibuku adalah pencerah yang menuntunku menyusun mozaik-mozaik kehidupanku. Ibuku adalah awal dari mimpi-mimpiku.

Yup, di dunia ini, hanya ada tiga orang wanita yang akan mendapatkan mahkota dan singgasana di dalam hatiku. Wanita nomor satu adalah Ibundaku tercinta, nomor dua adalah adik perempuanku, dan yang nomor tiga, baru istriku tersayang. Gak papa kan istriku??? Istriku??? Dimana kamu??? Oh iya…kan belum akad, malahan belum tahu siapa…hehehe, belum saatnya sih…Juz 30 aja belum hafal, yaah, sambil jalan aja ngapalinnya, hahaha…Woooiiii, Ujian dulu…!!!!

Just wanna say, I Love You Mom, More Than Anything Else In The World!!!


Mandiri...Segala sendiri...Iya gituh???


Jumat, 2 Mei 2008

Suatu sore, ada seseorang (akhwat) yang memberikan pesan singkat -esemes- kepadaku.
Begini bunyinya, "Kakak, aku lagi berusaha buat hidup mandiri. Sekarang aku udah berani keluar rumah sendirian lho"
Pertanyaannya, apakah mandiri itu artinya "Bisa melakukan segala sesuatu sendiri???"

Kebingungan tentang kemandirian mungkin selalu dirasakan oleh sebagian besar remaja.
Banyak persepsi tentang kemandirian yang berbeda-beda.
Masa remaja adalah masa peralihan yang akan mempengaruhi sikap hidup di masa dewasa nanti.
Dan langkah awal yang diambil saat masa remaja akan mempengaruhi seberapa cepat seseorang mencapai kedewasaanya, dalam hal pola pikir dan jiwa.

Kembali ke masalah kemandirian,
Bagi saya, mandiri adalah,
Mampu memilih apa yang baik bagi dirinya
Bertanggung jawab atas segala pilihan yang diambil
Tidak menjadi beban hidup orang lain

Bukan berarti menjadi mandiri bisa melakukan segala hal sendiri.
Tidak sama sekali.
Kita ini adalah makhluk sosial, yang tidak bisa hidup sendiri.
Terlalu kecil kapasitas kita untuk melakukan semua tugas yang diberikan Allah sendirian.

Mandiri berarti menuju kedewasaan.
Pandanglah hidup dengan bijaksana.

"Nah, gitu neng...justru kalo buat perempuan mah gak bagus jalan2 sendirian" (^0^)v