Minggu, 02 November 2008

Harapan...dan Keihkhlasan...

Jumat, 26 September 2008

Semua manusia pasti punya harapan.Seorang anak punya harapan untuk menjadi anak yang soleh/solehah bagi orang tuanya.Seorang pelajar punya harapan untuk bisa mendapatkan nilai bagus di ujian.Seorang bayi pun punya harapan untuk diberi kasih sayang oleh orang tuanya.Kita memang dianugrahi karunia untuk bisa memiliki harapan.

Dengan memiliki harapan itu, kita berusaha untuk merangkai benang merah kehidupan agar apa yang kita harapkan dapat tercapai.Seabrek rencana lengkap dengan target-targetnya sudah disiapkan sematang mungkin.Kita pun berjuang mati-matian, mengerahkan waktu dan tenaga hanya agar harapan itu bisa diwujudkan. Pada akhirnya, hidup kita pun akan memiliki arah dan akan menjadi lebih berarti.

Namun, kawan... Pernahkah kalian merasa gelisah ketika terbayang bahwa harapan itu tidak tercapai meski sudah mengerahkan usaha maksimal???
Contoh yang bagus adalah apa yang baru saja saya alami.Tiga hari yang lalu, saya menjalani ujian sarjana.Tidak diragukan lagi, pasti semua orang akan beranggapan bahwa ini adalah momen penting bagi siapa pun yang mengalaminya.Saya sudah mengerahkan effort yang tidak sedikit dan tidak mudah untuk mempersiapkan ujian itu.

Tapi apa yang terjadi, Kawan...Setelah ujian itu dimulai, saya merasa bahwa semua yang saya persiapkan dengan bersusah payah tidak ada gunanya.Apa yang keluar di soal ujian sama sekali berbeda dengan apa yang saya pelajari selama persiapan.Setelah ujian selesai, saya merasa sia-sia...

Saat itu saya mengalami kegelisahan yang luar biasa. Terbayang apa yang sudah saya kerjakan selama ujian. Banyak sekali pertanyaan yang tidak terjawab dengan baik.Terbayang apa yang sudah saya kerjakan selama persiapan. Seperti sia-sia saja tidak tidur beberapa malam.Terbayang apa yang terjadi kalau saya tidak lulus...dan saya tidak mungkin lulus kalau membayangkan hasil ujiannya.Semua bayangan itu membuat pikiranku kacau dan hati semakin gelisah.

Kemudian, saya berjalan ke masjid untuk dengan maksud untuk shalat ashar dan mengadukan semua yang saya alami seharian itu kepada Allah.Setelah shalat, saya benar-benar merenungi kejadian di hari itu.Sungguh...Allah Maha Pemurah...Di dalam hati, aku berkata..."Udah...ikhlaskan saja yang sudah terjadi...sekarang kamu udah gak bisa berbuat apa-apa lagi..."

Dan seketika itu pula, kegelisahan dalam hati berkurang..."Ikhlaskan saja...jangan diingat-ingat yang udah lewat...keputusan apa pun yang Allah tentukan pasti itu yang terbaik untukmu..."Kegelisahan pun semakin menghilang setiap menyebutkan kata "IKHLAS"...
Namun, apakah harapan itu sudah hilang...???Ternyata belum...saya masih tetap berharap dapat lulus pada ujian ini.Walaupun kecil kemungkinannya, harapan itu tetap saya pelihara di dalam hati..."Jangan pernah berputus asa dengan Rahmat Allah...!!!" Ini yang ada dalam benak saya waktu itu.Sekecil apapun harapan, tetap harus dipelihara.

Dengan harapan itu, muncul motivasi untuk melakukan usaha terakhir, yaitu "BERDOA"...Usaha yang bisa dilakukan waktu itu hanya berdoa di waktu yang tersisa.Berdoa memohon diberikan keikhlasan, kebaikan, dan kekuatan untuk menerima setiap keputusan."Hanya Allah-lah tempat bergantung semua harapan"Dan pada akhirnya, ternyata saya dinyatakan lulus.

Ingat, Kawan...Jangan pernah menghilangkan harapan dalam hatimu...sekecil apa pun itu, peliharalah...Kemudian lanjutkan dengan usaha untuk mewujudkannya...dan sertai dengan keihklasan agar hati kita selalu diberi ketenangan oleh Allah SWT...Terbukti, disaat kita memiliki harapan, kemudian berusaha maksimal, dan ikhlas dengan semua jerih payah yang sudah dilakukan...Insya Allah...Allah pasti akan mewujudkan harapan kita.
Kita ini makhluk yang sangat lemah, Kawan...Hanya kepada Allah SWT saja lah kita bergantung...